Banyak yang Penuh, Khofifah Tambah 18 RS Rujukan COVID-19 di Jatim

Kini total ada 7.001 bed isolasi

Surabaya, IDN Times - Peningkatan kasus COVID-19 membuat okupansi ruang isoalsi pasien di rumah sakit rujukan COVID-19 terus melonjak. Padahal, salah satu faktor kematian pasien COVID-19 adalah terlambatnya perawatan dikarenakan tidak mendapatkan ruangan di RS. Untuk itu, RS rujukan COVID-19 di Jawa Timur pun ditambah.

1. RS rujukan COVID-19 di Jatim bertambah 18

Banyak yang Penuh, Khofifah Tambah 18 RS Rujukan COVID-19 di JatimIlustrasi petugas medis yang menangani COVID-19 (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Saat ini, okupansi tempat tidur perawatan pasien COVID-19 sudah mencapai 60-70 persen. Ini berarti, hampir seluruh RS rujukan COVID-19 di Jatim sudah penuh. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Gugus Tugas Kuratif COVID-19 telah menyetujui penambahan RS rujukan COVID-19 sebanyak 18 tempat. Tambahan RS rujukan ini terdapat di berbagai daerah. Dengan ini, total ada 145 RS rujukan COVID-19 di Jatim.

"Kami berkomitmen untuk memastikan kapasitas bed isolasi yang cukup dengan menambah 18 RS Rujukan COVID-19 baru di Jawa Timur guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat," ujar Khofifah, Jumat (25/12/2020).

2. Terdapat ratusan bed isolasi

Banyak yang Penuh, Khofifah Tambah 18 RS Rujukan COVID-19 di JatimIlustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Khofifah menjelaskan, dalam 145 RS Rujukan COVID-19 ini terdapat ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator sebanyak 311 bed. Sementara ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator sebanyak 2.416 bed. Sedangkan ruang isolasi biasa sebanyak 2.966 bed dan pengembangan 753 bed.

"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dalam pandemik COVID-19 ini," tuturnya.

Baca Juga: RS Rujukan COVID-19 di Malang Mulai Penuh, Khofifah Aktifkan RSDL

3. RSDL juga ditambah

Banyak yang Penuh, Khofifah Tambah 18 RS Rujukan COVID-19 di JatimRumah sakit darurat lapangan Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Sedangkan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) juga ditambah. Penambahan RSDL Malang ditempatkan Polkesma yang terletak di Jalan Ijen Boulevard. Sedangkan untuk di Jember, RS Paru Jember disiapkan sebagai RS khusus melayani pasien COVID-19.
Sehingga total tambahan bed di RS Darurat mencapai 555 bed, dengan rincian 150 di RSDL Indrapura, 306 bed di RSDL Ijen Boulevard, dan 99 bed di RS Paru Jember.

"Untuk mengatasi kasus COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan, sudah format RS Darurat Lapangan yang telah terbukti sangat efektif menangani ribuan COVID-19 dengan nol angka kematian," ungkapnya.

4. Total ada 7.001 bed isolasi bagi pasien COVID-19

Banyak yang Penuh, Khofifah Tambah 18 RS Rujukan COVID-19 di JatimIlustrasi ruang isolasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Jojon

Dengan demikian adanya penambahan RS rujukan dan RSDL, maka jumlah bed isolasi perawatan pasien COVID-19 di Jatim mencapai 7.001 bed, baik di RS Darurat Lapangan maupun di RS Rujukan COVID-19. Khofifah berharap kapasitas ruang perawatan kali ini bisa mencukupi kebutuhan pasien di Jatim.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur untuk memperketat protokol kesehatan. Meski kapasitas rumah sakit kita cukupi, namun saya berharap dengan mematuhi protokol kesehatan yang baik, masyarakat tidak tertular COVID-19 sehingga tidak perlu sampai masuk rumah sakit," pesannya.

Baca Juga: Dapat Jatah 317 Ribu Vaksin COVID-19, Pemprov Jatim Simulasi di RS

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya