Comscore Tracker

"Anak Emas" Risma hingga Pengacara, Kenali Bacawali Kota Surabaya

Sudah mulai berpikir siapa yang akan dipilih?

Surabaya, IDN Times - Perhelatan Pemilihan Wali Kota Surabaya masih setahun lagi. Namun, beberapa tokoh sudah mendeklarasikan dirinya untuk menjadi bakal calon Wali Kota Surabaya. Berbagai kalangan pun mengajukan diri mulai dari politikus, pejabat Pemkot Surabaya, bahkan dari kalangan habaib. Berikut daftar para bakal calon wali kota Surabaya yang telah mendeklarasikan diri dan mendapat dukungan untuk maju.

1. Eri Cahyadi

Anak Emas Risma hingga Pengacara, Kenali Bacawali Kota SurabayaIDN Times/Ardiansyah Fajar

Nama Eri Cahyadi selama ini dikenal sebagai salah satu anak emas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Maklum, kinerja baik Eri memang dinilai cukup baik. Saat Pemkot Surabaya melakukan perombakan besar-besaran tahun 2018 silam, nama Eri pun dipilih untuk mengisi jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota yang sempat kosong selama 5 bulan.

Kala itu, Risma mengatakan bahwa jabatan tersebut memang kosong lama karena merupakan jabatan strategis yang harus diisi oleh orang tepat dan terpercaya. Posisi ini juga dulu sempat diduduki oleh Risma sebelum menjadi Wali Kota.

"Jabatan Bappeko ini cukup sulit karena harus ngerti tata kota, perencanan anggaran dan banyak. Kebetulan Pak Eri punya pengalaman lengkap mulai bina program juga masuk tim anggaran," ujar Risma usai pelantikan.

Tak hanya Kabappeko, Eri juga kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya.

Meski belum melakukan deklarasi secara resmi, Eri sudah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Terbaru, Jemaah Pengajian "Ngaji Sugih" Pesantren Mukmin Mandiri dan Komunitas Pesantren Kreatif Jatim mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Eri. Masih malu-malu, Eri yang juga hadir dalam deklarasi tersebut mengatakan akan menjaga kepercayaan para kiai atas dirinya

"Kami akan merencanakan sejumlah program yang lebih baik lagi dalam perencanaan pembangunan di Kota Surabaya," ujar Eri, Minggu (7/7).

2. Wisnu Sakti Buana

Anak Emas Risma hingga Pengacara, Kenali Bacawali Kota SurabayaIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Tahun 2020 mungkin akan menjadi saatnya bagi Wisnu Sakti Buana "naik kelas" menjadi Bacawali Surabaya. Pasalnya, sudah dua periode ia menemani Risma menjadi Wakil Wali Kota Surabaya sejak diangkat secara aklamasi pada 2013. Dukungan dari partainya, PDI Perjuangan pun sudah dikantongi meski belum mendapat surat rekomendasi secara resmi.

Sebuah lembaga surveri, Surabaya Survey Centre bahkan sempat merilis nama Wisnu sebagai salah satu bacawali dengan elektabilitas terkuat. Malu-malu, saat itu Wisnu mengatakan ia masih akan fokus Pemilu 2019 dan memenangkan PDIP di Surabaya.

Namun, saat ini posisi Wisnu mulai goyah. Jabatan sebagai Ketua PDIP Surabaya yang telah lama ia pegang kini beralih ke Adi Sutarwijono, seorang anggota dewan yang juga mantan jurnalis. Meski demikian, nama Wisnu masih seksi diperbincangkan sebagai kandidat terkuat bacawali yang diusung oleh PDIP.

"Nama terkuat masih Pak Wisnu. Belum ada kader lain," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi.

Baca Juga: Belum Ada yang Setara Risma, Pengacara Ini Deklarasi Cawali Independen

3. Fandi Utomo

Anak Emas Risma hingga Pengacara, Kenali Bacawali Kota SurabayaDok. IDN Times/ Istimewa

Deklarasi besar-besaran yang dilakukan Fandi Utomo sejak 2018 memang cukup menghebohkan. Fandi yang juga merupakan calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa ini memanfaatkan masa kampanye Pileg 2019 sekaligus untuk mengampanyekan dirinya sebagai bacawali 2020.

Fandi yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR RI ini sempat dimintakan restu oleh Ketum PKB kepada Cawapres Ma'ruf Amin. Disampaikan oleh Ketua DPC PKB Surabaya, Musyaffa Rouf, DPP PKB telah merestui Fandi untuk menjadi bacawali.

"Beliau selalu terlibat aktif berupaya membuka lebar jalan untuk Mas Fandi Utomo menjadi Wali Kota Surabaya, begitu juga jalan untuk mendapatkan restu Kiai Ma'ruf selain sebagai sesepuh NU, Kiai Ma'ruf juga cawapres Presiden Jokowi, sehingga restu dan dukungannya sangat penting,” tutur Musyafa.

Namun sejak hari pencoblosan Pemilu 2019 usai, nama putra mantan Gubernur Jatim, Imam Utomo ini mulai hilang dari peredaran. Berdasarkan perhitungan saint league, Fandi diprediksi tidak lolos menjadi anggota DPR RI. PKB pun bungkam atas dukungannya kepada Fandi untuk Pilwali 2020.

Baca Juga: Bursa Pilwali 2020, Gus Hans dan Dhimas Kian Mesra Jajaki Koalisi

4. M Sholeh

Anak Emas Risma hingga Pengacara, Kenali Bacawali Kota SurabayaIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Awal Juli 2019, Surabaya dikejutkan dengan kabar deklarasi M Sholeh untuk menjadi Bacawali Surabaya melalui jalur independen. Selama ini, holeh dikenal sebagai advokat dari Surabaya yang kerap membuat sensasi baik di dunia hukum maupun politik.

"Pertama, saya ini sudah 20 tahun tinggal di Surabaya memberikan advokasi masyarakat terkait masalah hukum. Kedua, bapak dan ibu saya adalah orang Madura. Di Surabaya ini, 15 persennya adalah orang Madura. Ketiga, saya bagian dari Nahdlatul Ulama," ujarnya saat membeberkan alasannya untuk mencalonkan diri menjadi bacawali Surabaya

Sholeh sudah tak asing lagi dengan dunia Pemilu. Sebelumnya ia sempat menjadi Caleg DPR RI 2014 melalui Partai Gerindra meski gagal. Ia juga pernah maju menjadi Cabup Sidoarjo dari Partai Gerindra dan lagi-lagi gagal. Kini ia mencoba peruntungan untuk menjadi Cawali Surabaya melalui jalur independen.

"Bukan berarti saya orang hebat, tapi kalau harus bersaing dengan yang sudah beredar namanya ini saya berani," ungkap mantan aktivis 98 ini dengan yakin.

5. Gus Hans

Anak Emas Risma hingga Pengacara, Kenali Bacawali Kota SurabayaDok.IDN Times/Istimewa

Zahrul Azhar As'ad atau akrab dipanggil Gus Hans adalah seorang politisi dari kalangan ulama. Gus Hans yang juga membintangi beberapa iklan ini digadang-gadang oleh partainya, Partai Golongan Karya untuk maju menjadi Bacawali Surabaya. Selain sebagai Wakil ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur, Gus Hans juga dinilai berpotensi menang lantaran sempat menjadi juru bicara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa semasa Pilkada Jatim 2018.

"Dari sisi covering Gus Hans punya peluang, walaupun tidak harus dari Surabaya, dugaan saya karena capture covering media, namanya bisa masuk di bursa Pilwali Surabaya 2020," ujar Surokim Abdussalam selaku pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura seperti yang dikutip melalui laman golkarpedia.com.

Selain disibukkan di Golkar, Gus Hans juga merupakan pengurus Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), salah satu jaringan yang dimiliki Khofifah untuk memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Gus Hans juga sudah mulai menemui beberapa tokoh untuk minta restu sebagai Bacawali Surabaya.

"Sedikit menyinggung tentang itu (Pilwali) dan beliau memberikan langkah-langkah jika saya memang akan seperti ini maka sebaiknya begini. Jadi poinnya mensupport saya untuk melangkah yang strategis,” ujarnya usai bertemu dengan salah satu ulama di Jatim, KH Agoes Ali Masyhuri.

Baca Juga: Jelang Pilwali Surabaya 2020, Eri Cahyadi Mulai Kantongi Dukungan Kiai

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Just For You