Comscore Tracker

PNS di Ngawi Ceburkan Diri ke Bengawan Solo

Diduga karena depresi masalah ekonomi

Ngawi, IDN Times – Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan kepolisian Ngawi melakukan pencarian terhadap AD (37) di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Ngawi. Perempuan yang saban hari bekerja sebagai PNS di RSUD dr Soeroto, Ngawi itu diketahui sengaja meloncat dari jembatan Ngunengan pada Minggu (24/1/2021) petang.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya menduga korban berniat mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke Sungai. Adapun penyebabnya dimungkinkan karena permasalahan keluarga dan perekonomian keluarga yang membebani korban.

1. Telepon seluler perempuan ini diamankan polisi

PNS di Ngawi Ceburkan Diri ke Bengawan SoloIlustrasi Smartphone (IDN Times/Mardya Shakti)

Dugaan penyebab bunuh diri, Wayan menyatakan merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Selain menginterogasi tiga saksi, juga pelacakan dari telepon seluler milik korban. “HP, sepasang sandal, dan sepeda motor yang kemungkinan milik korban sudah kami amankan sebagai barang bukti,” kata kapolres, Senin (25/1/2021).

Kini, menurut dia, pencarian tubuh korban menjadi prioritas kerja dari 63 personel tim gabungan yang diterjunkan. Penyisiran dilakukan di aliran sungai dengan teknis pengombakan menggunakan perahu karet.

2. Pencarian di aliran sungai dengan menggunakan perahu karet

PNS di Ngawi Ceburkan Diri ke Bengawan SoloPencarian korban di aliran Bengawan Solo. Dokumentasi Istimewa

Upaya pencarian juga dilakukan di titik pertemuan antara Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang masuk wilayah Ngawi. Penyisiran dari atas sungai juga dijalankan untuk memantau kemungkinan keberadaan tubuh korban.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan petugas di Bojonegoro (yang merupakan muara dari aliran Bengawan Solo),” ungkap Wayan.

Baca Juga: Perempuan Bunuh Diri Menjadwalkan Postingan di Instagram

3. Loncat dari jembatan saat gerimis

PNS di Ngawi Ceburkan Diri ke Bengawan SoloIlustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu, korban diketahui menceburkan diri dari jembatan Ngunengan, wilayah Kecamatan Pitu, Ngawi saat gerimis, Minggu petang (24/1/2021). Saat itu, kondisi di sekitar lokasi kejadian sepi. Aksi nekat itu diketahui oleh seorang pemancing ikan yang berada di bawah jembatan.

Informasi tentang kejadian itu akhirnya menyebar. Hingga akhirnya, petugas polisi mendatangi tempat kejadian perkara. Lantas, mengamankan sepeda motor yang ditinggalkan korban di jalan raya. 

 

 

___________________________________________

Jika kamu membutuhkan informasi dan konsultasi terkait hal seperti ini, kamu bisa menghubungi beberapa kontak di bawah ini:

 


NGO Indonesia: Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454


 


Mari bersama cegah perilaku bunuh diri 


Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.


Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.


Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:


RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

Baca Juga: Industri Baru akan Dibangun di Nganjuk, Ngawi, dan Madiun

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Nofika Dian Nugroho di IDN Times Community dengan judul Seorang PNS di Ngawi Nekat Terjunkan Diri ke Bengawan Solo

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya