Comscore Tracker

Tak Ada Hujan, Beberapa Desa di Tulungagung Mulai Kekeringan

Enam desa sudah minta kiriman air bersih

Tulungagung, IDN Times - Sejumlah desa di tiga Kecamatan wilayah Kabupaten Tulungagung, mulai mengalami krisis air bersih. Tidak turunnya hujan dalam beberapa bulan terakhir ini, membuat sumber air di desa tersebut mulai surut. Mereka kemudian meminta bantuan kepada Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mensuplai kebutuhan air bersih.

1. Krisis air bersih terjadi setiap tahun

Tak Ada Hujan, Beberapa Desa di Tulungagung Mulai KekeringanBPBD Tulungagung suplai air bersih ke sejumlah desa, IDN Times/ istimewa

Kalaksa BPBD Tulungagung, Soeroto menjelaskan setidaknya terdapat enam desa di 3 Kecamatan yang telah meminta bantuan suplai air bersih. Keenam desa tersebut adalah Desa Tenggarejo dan Pakisrejo di Kecamatan Tanggunggunung, Desa Kalibatur, Banyuurip dan Rejosari di Kecamatan Kalidawir serta Desa Sukorejo Wetan di Kecamatan Rejotangan.

Krisis air bersih di desa tersebut selalu terjadi setiap tahun saat memasuki musim kemarau. "Terdapat enam desa yang sudah mengajukan bantuan suplai air bersih, dan sudah kami lakukan," ujarnya, Sabtu (29/8/2020).

2. Saluran HIPPAM Rusak

Tak Ada Hujan, Beberapa Desa di Tulungagung Mulai KekeringanBPBD Tulungagung suplai air bersih ke sejumlah desa, IDN Times/ istimewa

Selama ini, desa tersebut mengandalkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Sumber air tersebut saat ini mulai surut, sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, kekurangan air bersih tersebut juga karena ada gangguan pada saluran Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM). " Ada beberapa faktor seperti karena pompa atau saluran hippam rusak. Jadi, distribusi air bersih kurang," imbuhnya.

Baca Juga: Bantu Ibu Hamil yang Alami Kram, Polantas di Tulungagung Viral

3. Puncak kemarau diperdiksi bulan ini

Tak Ada Hujan, Beberapa Desa di Tulungagung Mulai KekeringanBPBD Tulungagung suplai air bersih ke sejumlah desa, IDN Times/ istimewa

Suplai kebutuhan air bersih sesuai permintaan desa sehingga bersifat situasional. Biasanya, BPBD akan mensuplai dua tanki berisi air bersih dengan masing-masing kapasitas 5000 liter air tiap desanya. Jumlah desa yang meminta suplai air bersih diperkirakan masih bisa bertambah lagi. Terlebih bulan ini diperdiksi menjadi puncak musim kemarau. "Agustus - September ini puncaknya. Meskipun ada hujan, tapi intensitasnya rendah. Kemungkinan besar jumlah desa yang minta dropping akan bertambah," pungkasnya.

Baca Juga: Sekolah di Tulungagung Ini Gunakan Karya Siswa untuk Cegah Corona

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Bramanta Pamungkas di IDN Times Community dengan judul Sejumlah Desa di Tulungagung Mulai Alami Krisis Air Bersih

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya