Comscore Tracker

Malang Rawan Banjir Kiriman, BPBD Fokus Edukasi Warga Bantaran Sungai

Bantaran kali menjadi titik paling rawan bencana

Malang, IDN Times - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah titik di Kota Malang sempat terendam banjir. Musababnya adalah saluran drainase dan sungai tak mampu menampung debit air. Keadaan semakin buruk karena Kota Malang juga menjadi jalur run off air dari wilayah yang lebih tinggi, yakni Kota Batu. Salah satu fokus dalam penanganan banjir di kota tersebut adalah dengan mengedukasi warga bantaran sungai.

1. Bantaran sungai menjadi titik paling rawan bencana

Malang Rawan Banjir Kiriman, BPBD Fokus Edukasi Warga Bantaran SungaiIlustrasi Banjir (IDN Times/Mardya Shakti)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Ali Mulyanto menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah memetakan titik-titik rawan bencana. Berdasarkan pemetaan tersebut, diketahui bahwa wilayah sepanjang aliran sungai merupakan titik yang paling rawan terjadi bencana.

Selain air meluap, kontur tanah yang cenderung tidak stabil juga membuat kawasan bantaran sungai menjadi lebih rentan terjadi longsor. Terlebih, ketika volume air sedang tinggi. Kota Malang sendiri dilintasi empat sungai, yakni Brantas, Amprong, Bango sama Kalimetro. 

"Daerah kiri kanan sepanjang sungai seharusnya menjadi hak dari aliran sungai. Titik-titik rawan yang diketahui tentu sepanjang aliran sungai itu, mulai Tlogomas, Arjosari, Jodipan hingga Gadang," terangnya Jumat (22/1/2021). 

2. Cegah bertambahnya permukiman di bantaran sungai

Malang Rawan Banjir Kiriman, BPBD Fokus Edukasi Warga Bantaran SungaiPetugas kepolisian turut membantu evakuasi warga sekitar longsor. IDN Times/Alfi Ramadana

BPBD Kota Malang, kata dia, sudah melakukan setidaknya dua upaya mitigasi. Pertama adalah mencegah penambahan bangunan di kawasan aliran sungai. Jika dibiarkan kondisi itu akan mempersempit jalur aliran sungai. Langkah kedua adalah memberikan edukasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai. 

"Paling tidak mereka harus lebih peka teehadap tanda-tanda kiriman air. Seperti jika terlihat air sungai, maka pada sisi hulu pasti terjadi hujan dan masyarakat harus waspada," tambahnya. 

3. Efektifkan lagi sumur injeksi

Malang Rawan Banjir Kiriman, BPBD Fokus Edukasi Warga Bantaran SungaiIlustrasi Suasana Hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Selain mitigasi untuk wilayah bantaran sungai, BPBD juga mengupayakan agar sumur injeksi yang selama ini menurutnya masih belum maksimal. Cara ini perlu kembali digalakkan karena kerap kali sungai tak mampu menampung volume air. 

"Harusnya sumur-sumur injeksi ini dimasifkan lagi. Selama ini sudah ada beberapa seperti di kawasan Glintung dan Brawijaya. Kalau sumur injeksi ini bisa dimaksimalkan mungkin akan jauh lebih efektif," sambungnya. 

Baca Juga: Mensos Kunjungi Korban Banjir di Halmahera Utara

4. Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi

Malang Rawan Banjir Kiriman, BPBD Fokus Edukasi Warga Bantaran SungaiIlustrasi Hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Terlepas dari itu, Ali menyebut bahwa masyarakat juga harus menyadari pentingnya drainase yang baik. Masyarakat juga harus lebih peduli terhadap sampah. Rendahnya kesadaran dalam pengelolaan sampah bisa berujung mampetnya aliran sungai.

"Saat ini yang harus ditekankan tentu terkait mitigasi. Karena kalau pencegahan dilakukan, maka ini akan menjadi investasi yang bagus," pungkasnya. 

Baca Juga: Alasan-alasan Inilah yang Membuat Kota Malang Kerap Dilanda Banjir

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul Malang Rawan Banjir Kiriman, Ini Antisipasi yang Dilakukan BPBD

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya