Comscore Tracker

Selain JE, 5 Pengelola Disebut Mengetahui Kekerasan Seksual di SPI

Dua dari tiga orang itu sudah diperiksa

Batu, IDN Times - Perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual, kekerasan fisik dan eksploitasi ekonomi di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu terus berlanjut. Komisi Nasional Perlindungan Anak menyebut bahwa selain terlapor JE, ada lima orang lain yang disebut-sebut mengetahui terkait sejumlah kejadian itu.

1. Tiga orang belum diperiksa

Selain JE, 5 Pengelola Disebut Mengetahui Kekerasan Seksual di SPIArist Merdeka Sirait saat memberikan keterangan di salah satu kafe di Kota Batu. IDN Times/Alfi Ramadana

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat datang ke Kota Batu Sabtu (19/6/2021) menjelaskan bahwa saat ini, dari lima orang pengelola sekolah SPI yang mengetahui kejadian itu, dua orang sudah diperiksa Polda Jatim. Tiga orang lainnya dalam waktu dekat juga akan segera dipanggil untuk jadi saksi atas dugaan kasus tersebut. 

"Berdasarkan keterangan saksi korban, ada lima pengelola yang mengetahui peristiwa tersebut. Dua sudah diperiksa sebagai saksi di Polda Jatim," terangnya Sabtu (19/6/2021). 

2. Kelima pengelola tersebut masih aktif di SPI

Selain JE, 5 Pengelola Disebut Mengetahui Kekerasan Seksual di SPIArist Merdeka Sirait saat berada di Kota Batu. IDN Times/Alfi Ramadana

Arist pun berharap Polda Jatim segera memanggil tiga pengelola lain yang mengetahui kejadian itu. Sebab, kata Arist, kasus ini sudah bisa diketagorikan ke dalam extraordinary crime karena seolah-olah sudah direncanakan. "Maka dari itu, kelima pengelola yang disebut mengetahui kejadian ini dan melakukan pembiaran ini harus segera dimintai keterangan mengenai hal ini," katanya. 

Arist menyebut bahwa saat ini kelima pengelola itu masih aktif di sekolah. "Kondisi ini tentu menjadi evaluasi untuk sekolah SPI agar menjadi semakin baik. Para korban ini juga tidak pernah menginginkan sekolah SPI ditutup. Mereka meminta sekolah tersebut tetap ada karena memang sangat dibutuhkan. Tetapi pelaku-pelaku kejahatan tidak ada kata kompromi ataupun kata damai karena korban mengatakan harus dihukum sesuai dengan perbuatan dari pelaku," sambungnya. 

Baca Juga: Banyak Disorot, SPI Sebut Siswanya Alami Ganggaun Psikis

3. Ada 60 orang yang mengadu

Selain JE, 5 Pengelola Disebut Mengetahui Kekerasan Seksual di SPIArist Merdeka Sirait saat menyampaikan keterangan di Polres Batu. IDN Times/Alfi Ramadana

Menurut Arist, sejauh ini, sudah ada sekitar 60 orang yang mengadu. Dari jumlah tersebut,  14 orang  sudah di BAP dan divisum. Namun, jumlah tersebut berpotensi bertambah lagi. 

"Dari informasi yang kami terima hari Selasa terlapor JE akan dipanggil dan tambahan terduga pelaku lainnya akan diperiksa di Polda Jatim. Surat undangan untuk pemanggilan terlapor beralamat di Surabaya," tandasnya. 

IDN Times sudah mencoba mengonfirmasi tudingan ini kepada Kepala Sekolah SPI, Risna Amalia. Namun, ia hanya menjawab singkat. "Biar diwakili kuasa hukum saja nggih, terima kasih," ujarnya melalui pesan tertulis. Sementara, kuasa hukum PSI Recky Bernadus Surupandy belum memberikan respons hingga berita ini ditulis. 

Risna sendiri sudah pernah membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada sekolahnya, pada Sabtu (29/5/2021) lalu. Ia mengatakan bahwa tidak pernah ada kasus tersebut sejak dirinya menjadi kepala sekolah tahun 2007 lalu.

Baca Juga: Pekan Ini, Polisi Gelar Perkara Kedua Dugaan Kekerasan Seksual SPI 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul Kekerasan Seksual di SPI Batu, Komnas PA Sebut 5 Pengelola Mengetahui

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya