Comscore Tracker

Cuma Punya 34 Buah, Kota Malang Kekurangan Ventilator

Ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit luar kota
Malang, IDN Times - Di tengah pandemik COVID yang masih menggila, Kota Malang justru kekurangan ventilator. Saat ini Kota Malang hanya memiliki 34 buah ventilator.
 
Ventilator itu tersebar di 6 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19. Rinciannya masing-masing di RSUD Saiful Anwar, 10 ventilator; RST Soepraoen, 8; RS Lavalette, 6; RS Islam Unisma, 6; RSI Aisyiyah, 2; RS Hermina, 2. Berkaca pada Satgas COVID-19 Kota Malang, per 12 Januari 2021 ada tambahan 54 kasus aktif, tentu jumlah ventilator yang tersedia itu tak sebanding dengan penambahan kasus COVID-19.

1. Ventilator kerap tak tersedia 

Cuma Punya 34 Buah, Kota Malang Kekurangan VentilatorIlustrasi suasana pandemik COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Jalil Ahmad

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni menjelaskan, selama ini kebutuhan ventilator di Kota Malang terbilang cukup tinggi. Lantaran kebanyakan kondisi pasien COVID-19 yang masuk ke rumah sakit sudah cukup parah dan memerlukan bantuan ventilator. Keterbatasan ventilator tersebut juga membuat rumah sakit harus merujuk pasien COVID-19  ke kota lain yang masih tersedia untuk ventilatornya. 
 
"Ketersediaan ventilator ini juga menjadi kendala. Hal itu membuat rumah sakit harus melakukan koordinasi dengan RS rujukan yang ada di kota lain ketika ventilator yang ada di Kota Malang penuh," jelasnya, Rabu (13/1/2021)

2. Harus bergantian dengan pasien lain 

Cuma Punya 34 Buah, Kota Malang Kekurangan VentilatorIlustrasi Sakit (IDN Times/Mardya Shakti)
Sri menambahkan, selama ini penggunaan ventilator kerap bergantian dengan pasien lain. Meskipun cukup menjadi kendala, tenaga kesehatan yang melakukan perawatan kepada pasien COVID-19 tetap mencoba menyiasatinya supaya pasien bisa ditolong. Saat ini mengajukan penambahan ventilator juga bukan perkara yang mudah. 
 
"Untuk ventilator itu harus ada sarana prasarana pendukung yang lain. Seperti ketersediaan tempat, juga ketersediaan nakes yang mengoperasikan. Masing-masing RS punya data terkait dengan itu. Tetapi tidak semua RS bisa mengoperasikan ventilator jika sarana pendukung tidak ada," tambahnya.
 

3. Pantau masyarakat yang miliki komorbid 

Cuma Punya 34 Buah, Kota Malang Kekurangan VentilatorIlustrasi corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Alternatif yang kini coba dilakukan untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya korban adalah dengan mengawasi komorbid pasien. Identifikasi lebih cepat diharapkan bisa membuat pasien bisa lebih cepat mendapat penanganan.
 
"Puskesmas yang akan memantau data pasien komorbid sekaligus mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan tersebut sesuai dengan kondisi masing-masing yang memiliki komorbid," sambungnya. 

4. Minta masyarakat tak takut berobat 

Cuma Punya 34 Buah, Kota Malang Kekurangan VentilatorIlustrasi Gejala Penyakit (Sakit Kepala) (IDN Times/Mardya Shakti)

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji meminta masyarakat untuk tak takut berobat. Menurutnya, hal itu bisa menjadi deteksi dini agar bisa segera diketahui apakah yang bersangkutan terindikasi COVID-19 atau tidak.

Selama masa pandemik COVID-19 ini masyarakat cenderung takut berobat ketika sakit. Pasalnya, ada kekhawatiran akan terkena COVID-19 ketika ke rumah sakit. Termasuk juga mereka yang memiliki komorbid agar bisa segera mendaftar pada Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di bawah BPJS Kesehatan.
 
"Selama ini mereka yang ada di Prolanis justru tingkat kematiannya lebih rendah karena berada dalam pantauan," ungkap Sutiaji.

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul Kota Malang Tak Miliki Cukup Ventilator untuk Tangani COVID-19 

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya