Comscore Tracker

Dibuka 1 Oktober 2020, Pendakian Semeru Dibatasi Sampai Kalimati

Cek syarat untuk mendaki Semeru di sini! 

Malang, IDN Times - Jalur pendakian Gunung Semeru resmi akan dibuka mulai 1 Oktober 2020 mendatang. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengeluarkan aturan ketat terkait protokol COVID-19 dan syarat pendakian. Salah satunya yakni membatasi pendakian hingga Kalimati.

1. Evaluasi pembukaan wisata Gunung Bromo berjalan positif

Dibuka 1 Oktober 2020, Pendakian Semeru Dibatasi Sampai KalimatiInstagram/tnbromotenggersemeru

Pembukaan jalur pendakian ke Semeru itu juga didasarkan atas hasil evaluasi wisata Bromo. Hasilnya, berdasarkan penilaian kondisi wisata Bromo berlangsung kondusif. Hal itu kemudian memberikan peluang untuk pembukaan pendakian Semeru.

Berikutnya, saat pengecekan jalur pendakian, juga didapati bahwa jalur dalam kondisi baik. Maka dari itu, TNBTS dan tim mitra memutuskan untuk membuka jalur pendakian Semeru. 

"Pertimbangan subjektifnya yaitu jalur pendakian semeru sudah satu tahun ditutup. Sehingga, memunculkan kerinduan pendaki untuk mendaki ke Semeru lagi," papar Kasubbag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat, Selasa (22/9/2020).

2. Bangkitkan perekonomian warga

Dibuka 1 Oktober 2020, Pendakian Semeru Dibatasi Sampai KalimatiSetelah Bromo dibuka bakal menyusul pembukaan kawasan pendakian Semeru. IDN Times/ Alfi Ramadana

Lebih jauh, pembukaan tersebut juga sebagai upaya untuk kembali membangkitkan roda ekonomi masyarakat sekitar. Namun demikian, pembukaan tersebut juga diikuti aturan ketat yang harus dipenuhi oleh para pendaki. Jika mereka tidak bisa memenuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan, maka tidak diperkenankan untuk mendaki.

"Para pendaki harus menunjukkan surat keterangan sehat yang asli dari dokter yang menyatakan bebas ISPA. Surat tersebut harus bertanda tangan dan stempel basah yang berlaku paling lama 3 hari sebelum hari pendakian," katanya. 

Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat, Penambang Pasir Diminta Waspada 

3. Hanya boleh mendaki hingga dua hari satu malam

Dibuka 1 Oktober 2020, Pendakian Semeru Dibatasi Sampai KalimatiKawasan wisata Gunung Bromo bersiap kembali beroperasi usai tutup selama pandemik COVID-19. Dok/Instagram TNBTS

Selain wajib menyertakan surat bebas ISPA, para pendaki juga tidak diberikan keleluasaan. Mereka diberikan batas waktu hanya dua hari satu malam untuk mendaki.

Pembatasan tersebut merupakan bagian dari penerapan protokol pencegahan COVID-19. Selain itu, juga untuk mengatur arus keluar masuk pendaki agar tidak sampai terjadi penumpukan. Usia yang diperbolehkan untuk ikut dalam pendakian minimal 10 tahun dan maksimal 60 tahun.

"Batas akhir pendakian yang diizinkan adalah Kalimati, sesuai arahan PVMBG Pos Gunung Sawur Lumajang. Sementara tempat mendirikan tenda hanya di lokasi Ranu Kumbolo dan Kalimati," jelas Syarif. 

4. Kuota pendakian dibuka hanya 20 persen

Dibuka 1 Oktober 2020, Pendakian Semeru Dibatasi Sampai KalimatiInstagram/tnbromotenggersemeru

Sementara itu, meskipun sudah dibuka, kuota pendakian masih dibatasi hanya 20 persen saja atau sekitar 120 orang setiap hari. Selama melakukan pendakian, pengunjung juga diwajibkan untuk membawa perlengkapan pencegahan COVID-19, seperti masker dan hand sanitizer.

Tenda yang digunakan menginap juga tidak boleh diisi lebih dari dua orang. Sebelum memulai perjalanan, para pendaki juga bakal dicek suhu tubuhnya untuk keamanan. 

"Jika suhu badan lebih dari 37,3 derajat celsius, maka pendaki dilarang masuk. Mereka juga tetap harus menerapkan physical distancing selama pendakian," pungkasnya. 

Baca Juga: Belajar dari Rumah, Kisah Ermawati dan Siswanya di Lereng Semeru

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul Jalur Pendakian Semeru Segera Dibuka, Cek Syaratnya di Sini!

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya