Comscore Tracker

Kisah Pasien Positif COVID-19 Pertama di Tulungagung yang Sembuh

Hanya dikunjungi petugas kesehatan tiga hari sekali

Tulungagung, IDN Times - Menjalani karantina bukanlah hal yang mudah bagi pasien postif corona COVID-19 di Tulungagung. Minimnya fasilitas tambahan dan suasana sepi di lokasi karantina membuat pasien harus mampu menjaga kondisi psikis mereka. Pasien positif pertama yang sudah dinyatakan sembuh, AH (30) berbagi ceritanya selama 11 hari menjalani masa karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

1. Setiap pasien tempati kamar berbeda

Kisah Pasien Positif COVID-19 Pertama di Tulungagung yang Sembuh(Ilustrasi) fasilitas kamar dalam rusunawa, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

AH menceritakan bahwa terdapat enam pasien positif yang menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung. AH bersama tiga pasien menempati kamar di lantai satu. Sedangkan dua pasien lain menempati kamar di lantai dua.

Setiap pasien menempati satu kamar yang berbeda. "Kecuali ibu dan kakak saya mereka berada di kamar yang sama," ujarnya melalui sambungan telepon Rabu (15/04).

2. Tak ada petugas medis yang disiagakan

Kisah Pasien Positif COVID-19 Pertama di Tulungagung yang SembuhBangunan rusunawa milik IAIN Tulungagung yang ditawarkan menjadi rumah sakit darurat, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

AH pun mengeluhkan tidak adanya petugas medis yang disiagakan di Rusunawa ini. Mereka hanya datang tiap tiga hari sekali untuk memeriksa kondisi kesehatan pasien.

Namun, salah seorang pasien diangkat menjadi ketua kelompok yang bertugas mengecek suhu tubuh setiap hari. Kebutuhan makan selama menjalani karantina ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah setempat. "Tapi untuk urusan lain seperti keperluan sehari hari kami membawa sendiri dari rumah," imbuhnya.

3. Saling menguatkan sesama pasien

Kisah Pasien Positif COVID-19 Pertama di Tulungagung yang SembuhIlustrasi virus corona. (IDN Times/Arief Rahmat)

Selama masa karantina, para pasien ini saling menguatkan kondisi satu sama lain. Menurut AH, kondisi yang harus dijaga adalah psikis pasien. Hal ini sangat menentukan cepat lamanya proses penyembuhan.

Situasi Rusunawa yang sangat sepi, serta minimnya fasilitas penunjang kebutuhan seperti wi-fi dan televisi, membuat para penghuninya mudah merasa jenuh. Kondisi ini jika berlarut larut bisa berpengaruh ke psikis pasien. "Kita merasa ada ikatan persaudaraan dengan pasien lain, dan kita saling menguatkan," tuturnya.

4. Menyibukkan diri dengan memantau bisnis online

Kisah Pasien Positif COVID-19 Pertama di Tulungagung yang SembuhPasien pertama positif COVID-19 di Tulungagung dinyatakan sembuh, IDN Times/ istimewa

Untuk mengurangi kejenuhan, AH menyibukkan diri dengan beragam aktivitas. Selain tetap memantau bisnis online yang digelutinya, AH juga menyibukkan diri dengan mengedit video.

AH juga pernah melakukan live via media sosial facebook, dan mengabarkan kondisi sebenarnya di lokasi karantina. "Dengan aktivitas tersebut alhamdulillah bisa menyibukkan diri sehingga kondisi psikis terjaga," ungkapnya.

Meskipun sudah dinyatakan sembuh, namun AH memiliki catatan tersendiri bagi penanganan COVID-19 di Tulungagung. Menurutnya komunikasi antar instansi yang tergabung dalam Gugus Tugas masih ada yang kurang.

Ia mencontohkan pada proses pemindahan karantina ke Rusunawa. Seharusnya, tim mengirimkan surat pemberitahuan terlebih dahulu. "Ini tidak saya langsung dijemput sehingga sempat terjadi proses diskusi dulu. Kalau ada surat pemberitahuan sebelumnya saya sudah menyiapkan diri," pungkasnya.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya