Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Turun 25 Persen pada 2020

Ada 209 kasus hingga Oktober

Tulungagung, IDN Times - Temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung cenderung mengalami penurunan pada 2020. Hingga bulan Oktober lalu total jumlah temuan sebanyak 209 kasus. Meskipun masih menyisakan dua bulan, namun temuan kasus dipercaya tidak sebanyak tahun lalu yang mencapai angka 390 kasus. Pandemik COVID-19 membuat proses pemeriksaan HIV/ AIDS tidak bisa maksimal.

1. Rata-rata masih usia produktif

Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Turun 25 Persen pada 2020Demografi Sebaran HIV/ AIDS di Kabupaten Tulungagung, IDN Times/ istimewa

Kasi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Muhroji menjelaskan, secara kumulatif angka kasus HIV/ AIDS tercatat sebanyak 2880 kasus. Angka ini didapatkan dari pendataan yang mulai dilakukan sejak 2006 lalu. Temuan kasus untuk saat ini menurun 25 persen dibanding tahun lalu.

"Hingga bulan Oktober temuan sebanyak 209 kasus, rata-rata mereka masih berusia produktif rentang 25-49 tahun," ujarnya, Selasa (1/12/2020).

2. Layani pengantaran obat ARV ke rumah

Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Turun 25 Persen pada 2020Ilustrasi HIV/AIDS, IDN Times/ istimewa

Muhroji menambahkan, tiga bulan pertama awal pandemik mereka tidak bisa melakukan tes HIV/AIDS. Masyarakat enggan memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit karena khawatir terkena paparan COVID-19. Namun, mulai Juni mereka mulai berani untuk memeriksakan diri. Selama pandemik, dinas juga melayani pengantaran obat ARV untuk ODHA.

"Kalau tidak obat kita antar ke layanan kesehatan yang terdekat. Kami berusaha melindungi mereka agar tidak terpapar COVID-19," tuturnya.

Baca Juga: RSUD Dr Iskak Tulungagung Klaimkan Rp38,4 Miliar selama Pandemik

3. Perlu kolaborasi lintas sektoral

Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Turun 25 Persen pada 2020Demografi Sebaran HIV/ AIDS di Kabupaten Tulungagung, IDN Times/ istimewa

Dinkes juga berusaha meningkatkan pelayanan untuk pengidap HIV/AIDS. Mereka menambah layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) di 11 puskesmas. Sebelumnya, layanan ini hanya terdapat di RSUD Dr Iskak saja.

Selain itu, tenaga pendamping juga akan ditambah lagi. Tak cuma mendampingi, mereka juga akan memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.

"Penanggulangan HIV/AIDS ini membutuhkan kolaborasi lintas sektoral dan hal ini yang akan kami tekankan," tukasnya.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Tulungagung Melonjak, Jam Malam akan Diperketat Lagi

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya