Beri Keterangan Palsu di Pengadilan, 2 Perangkat Desa Jadi Tersangka

Dianggap melecehkan proses pengadilan

Tulungagung, IDN Times - Dua orang perangkat desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung harus dipenjara karena memberikan keterangan palsu dalam pengadilan. Kedua perangkat desa tersebut adalah Suwignyo selaku Staf Kasun Ngingas dan Heru Sumarsono, Kasi Pemerintahan Desa Campurdarat. Keduanya terbukti memberikan keterangan palsu dalam sidang kasus pembunuhan pasangan suami istri yang terjadi 2018 lalu.

1. Divonis lebih berat dari tuntutan jaksa

Beri Keterangan Palsu di Pengadilan, 2 Perangkat Desa Jadi TersangkaKepala Pengadilan Negeri klas 1b Tulungagung, Mujiono, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Kepala Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung, Mujiono menjelaskan, untuk Suwignyo dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan. Sedangkan Heru Sumarsono divonis hukuman 2 tahun penjara. Vonis hukuman yang dijatuhkan ini lebih berat dari tuntutan jaksa.

Terdapat beberapa hal yang dinilai memberatkan oleh hakim. Di antaranya keduanya dinilai melecehkan pengadilan dan menghalangi orang lain mendapatkan pengadilan.

"Apa yang dilakukan keduanya juga meresahkan masyarakat," jelasnya, Rabu (4/11/2020).

2. Dapat imbalan dari seseorang untuk berikan keterangan palsu

Beri Keterangan Palsu di Pengadilan, 2 Perangkat Desa Jadi TersangkaIlustrasi sidang di pengadilan, IDN Times/ istimewa

Dalam sidang kasus pembunuhan tersebut, keduanya memberikan keterangan palsu untuk meringankan dua orang tersangka yakni Deni Yonatan Fernando Irawan (25) alias Nando dan Muhammad Rizal Syahputra (22). Suwignyo sendiri mengaku mendapatkan imbalan dari seseroang untuk memberikan kesaksian palsu dalam persidangan.

Sedangkan Heru Sumarsono menerbitkan surat keterangan palsu yang menjelaskan kedua tersangka berada di Kalimantan saat peristiwa pembunuhan. Namun ternyata dari hasil penyidikan polisi, surat tersebut ternyata palsu.

"Mereka terbukti memberikan keterangan palsu di bawah sumpah," imbuhnya.

3. Kasus pembunuhan terjadi 2018, setahun terungkap pelakunya

Beri Keterangan Palsu di Pengadilan, 2 Perangkat Desa Jadi TersangkaPengadilan Negeri Klas 1b Tulungagung, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Kasus ini terungkap saat pengadilan menyidangkan kasus pembunuhan pasangan suami istri, Adi Wibowo (61) dan Suprihatin (50), warga Dusun Ngingas, Desa Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada November 2018 lalu. Setahun kemudian, polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan ini. Dalam persidangan kedua perangkat desa ini menjadi saksi yang meringankan tersangka.

Mereka bersaksi bahwa kedua tersangka berada di Kalimantan saat kejadian. Namun, kesaksian tersebut ternyata palsu dan hakim yang memimpin persidangan langsung memerintahkan polisi untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya