The Sunrise of Java Raih Dua Gelar di Indonesia’s Attractiveness Award

Banyuwangi dapat dua gelar kategori terbaik tertinggi

Banyuwangi, IDN Times - The Sunrise of Java, julukan Kabupaten Banyuwangi, berhasil menyabet dua gelar kategori terbaik tertinggi (platinum) pada ajang Indonesia’s Attractiveness Award dari Majalah Tempo dan lembaga riset Frontier Consulting Group. Dua gelar itu ialah Kabupaten Besar Terbaik Sektor Pariwisata dan Infrastruktur.

Penghargaan diserahkan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Selasa (23/7) malam, dan dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Tentu ini bukan soal award-nya, tapi kita maknai sebagai apresiasi untuk seluruh aparat birokrasi dan masyarakat Banyuwangi yang telah bareng-bareng memajukan daerah,” ujar Anas saat dihubungi.

CEO Frontier Consulting Group Handi Irawan, sebagai salah seorang perumus penghargaan sekaligus juri, mengatakan, ajang penghargaan tersebut digelar berbasis data sekunder dari berbagai lembaga kredibel, serta data primer dengan riset yang melibatkan publik secara langsung demi memperoleh gambaran riil untuk semua tingkat kabupaten dan kota serta provinsi di seluruh Indonesia.

Penilaian tahap terakhir dilakukan dengan presentasi di hadapan tim juri yang melibatkan akademisi dari universitas dan LIPI, praktisi, pemerintahan, dan media yang telah dilaksanakan pada 24-28 Juni 2019 terhadap 56 daerah.

1. Untuk sektor pariwisata, Banyuwangi memiliki strategi yang jelas

The Sunrise of Java Raih Dua Gelar di Indonesia’s Attractiveness Awardutiket.com

Untuk sektor pariwisata, kata Handi, Banyuwangi memiliki strategi yang jelas. “Banyuwangi mengembangkan pariwisata dengan kreatif, dengan bujet yang minim, tapi efektif. Positioning-nya jelas, autentik dengan memanfaatkan kekayaan budayanya,” papar Handi.

Dia juga mengapresiasi pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat. “Masyarakat diberdayakan. Banyuwangi Festival yang sangat banyak event itu mampu melibatkan dan memberi dampak positif ke warga. Ini yang menonjol,” jelas Handi yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pemasaran.

Terkait dengan infrastruktur, papar Handi, Banyuwangi mampu menyinergikannya dengan baik, termasuk untuk kepentingan pengembangan pariwisata. Keberadaan Bandara Banyuwangi dengan terminal berarsitektur hijau yang ikonis ialah salah satu contohnya.

“Dalam infrastruktur, Banyuwangi tidak sekadar membangun, tapi punya strategi yang jelas dan dampak yang jelas. Prioritasnya juga jelas. Secara kuantitatif kita lihat fisik ya, tapi kualitasnya juga bagus,” ujarnya.

2. Program pengembangan daerah harus berujung pada pertumbuhan ekonomi

The Sunrise of Java Raih Dua Gelar di Indonesia’s Attractiveness AwardIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Bupati Azwar Anas menambahkan, apa pun program pengembangan daerah harus berujung pada pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan pekerjaan, penurunan kemiskinan, dan peningkatan pendapatan warga.

Berkat pembangunan pariwisata, Banyuwangi berhasil menekan angka kemiskinan yang sebelumnya di atas dua digit (%), kini tinggal 7%. Selain itu, peningkatan pendapatan daerah juga melonjak 134%.

"Produk domestik bruto juga mengalami kenaikan dari Rp32 triliun menjadi Rp78 triliun. Kemudian pendapatan per kapita rakyat Banyuwangi naik dari Rp20,8 juta menjadi Rp48,7 juta," pungkas Anas.

Topik:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya