Jadi Tempat Ibadah yang Multiguna, Kini Vihara Telah Diresmikan

Pintu vihara terbuka lebar untuk kepentingan masyarakat

Banyuwangi, IDN Times - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meresmikan Vihara Thirta Vanajaya di Desa Sarongan, Sabtu (4/5). Acara yang juga dalam rangka Dhammasanti Waisak 2563/2019 tersebut dihadiri Ketua Umum  Sangha Therevada Indonesia Bhikkhu Subhapanno Mahathera. Hadir ratusan umat Budha dari seluruh Banyuwangi. Ada pula yang berasal dari luar kota. 

1. Vihara bukan sekadar tempat ibadah, melainkan tempat multiguna

Jadi Tempat Ibadah yang Multiguna, Kini Vihara Telah DiresmikanIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Anas mendorong tempat ibadah untuk bisa menjadi tempat multiguna bagi kepentingan masyarakat.

"Saya senang mendengar vihara ini tak sekadar jadi tempat ibadah. Namun juga dimanfaatkan untuk perpustakaan dan balai pertemuan," ujar Anas.

Mengingat posisi vihara yang berada di jalan yang menuju tempat wisata Pantai Teluk Hijau dan Pantai Sukamade, Anas juga menyarankan halaman tempat ibadah bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usaha mikro keumatan.

"Misalnya teman-teman umat Buddha di sekitar sini bisa membuka usaha ritel dan sejenisnya. Atau bisa pula kolaborasi dengan startup teknologi ritel Warung Pintar yang sudah hadir di Banyuwangi,” papar Anas.

2. Pintu vihara terbuka lebar untuk berbuat kebajikan

Jadi Tempat Ibadah yang Multiguna, Kini Vihara Telah DiresmikanIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Dalam ajaran Buddha, berbuat kebajikan menjadi hal utama. Tempat ibadah pun harus menebarkan kebajikan sebanyak mungkin. Tak hanya sekadar menjadi tempat ibadah.

"Jika untuk berbuat kebajikan, pintu vihara harus dibuka selebar-lebarnya," ujar Ketua Umum Sangha Therevada Indonesia, YM Subhapanno Mahathera.

3. Bagian ruangan dan fasilitas Vihara Thirta Vana Jaya

Jadi Tempat Ibadah yang Multiguna, Kini Vihara Telah DiresmikanIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Bangunan Vihara Thirta Vana Jaya dilengkapi dengan asrama, balai pertemuan, hingga perpustakaan. Berbagai fasilitas tersebut, tak hanya dimanfaatkan untuk umat Buddha saja. Warga sekitar yang berlainan agama pun bisa memanfaatkannya.

4. Ini makna dari kalimat 'saudara satu udara' menurut salah satu pemuda

Jadi Tempat Ibadah yang Multiguna, Kini Vihara Telah DiresmikanIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Desa Sarongan memang terkenal dengan toleransi antar umat beragamanya. Mereka saling menghormati dan tolong-menolong dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Seperti pada acara peresmian tadi, para pemuda Islam yang terhimpun di Banser ikut membantu menjaga lalu lintas sepanjang jalur.

Keharmonisan tersebut diapresiasi juga Bhikkhu Subhapanno Mahathera. Persaudaraan yang dibangun harus terus dipupuk.

"Persaudaraan itu tidak hanya saudara satu kandung. Tapi, juga saudara satu udara," pungkasnya.

Topik:

  • Ester Ajeng

Berita Terkini Lainnya