Nikmatnya Buah Krai Hadir Saat Ramadan di Banyuwangi

Menjadi bahan utama minuman berbuka puasa

Banyuwangi, IDN Times - Setiap bulan puasa di Banyuwangi, terdapat sajian kuliner yang khas. Salah satunya adalah banyak ditemui buah krai.

Buah ini kerap diburu oleh pembeli karena menjadi bahan utama minuman yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Para pedagang pun panen rezeki, omzetnya bisa mencapai Rp2 juta per hari.

1. Yang belum tahu, begini lho bentuk dari buah krai

Nikmatnya Buah Krai Hadir Saat Ramadan di BanyuwangiIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Bentuk buah krai mirip dengan timun suri namun dengan daging buah yang berwarna oranye cerah. Warna kulitnya cenderung kuning dengan sulur kehijauan. Buah ini rasanya hampir sama dengan buah blewah, namun tekstur daging buahnya lebih lembut. Aroma buah yang masak juga jauh lebih harum dibanding blewah.

Buah ini biasanya disajikan dengan air gula yang sudah dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Di campur es batu, rasanya makin nikmat dan segar!

2. Tidak sulit menemukan keberadaan buah krai di Banyuwangi

Nikmatnya Buah Krai Hadir Saat Ramadan di BanyuwangiIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Selama bulan Ramadan banyak pedagang dadakan yang menjual buah krai di Banyuwangi. Salah satu pedagang yang berjualan buah krai adalah Suripah (60) bersama anaknya Ana (32). Suripah berjualan di pinggir jalan nasional Kabat-Banyuwangi bersama dengan beberapa pedagang lainnya. Tempat ini sejak lama memang telah menjadi pusat penjualan buah krai selama Ramadan di Banyuwangi.

Lapak Ana dan ibunya mulai dibuka pada jam 07.00 WIB hingga jam 17.00 WIB sore. Buah Krai dijual secara eceran atau bijian oleh Ana dan ibunya. Harganya mulai Rp3.000 untuk ukuran yang paling kecil dan Rp20. 000 untuk ukuran terbesar. Dalam satu hari omzetnya bisa mencapai Rp2 juta atau jika sedang sepi minimal bisa mengantongi Rp700 ribu.

“Alhamdulillah karena adanya cuma bulan puasa, ya setiap jualan diserbu pembeli. Kami sendiri mulai jualan sudah sejak puasa kurang dua hari, biasanya nanti sampai beberapa hari setelah lebaran. Maklum, banyak pemudik yang juga kangen buah ini, banyak plat mobil luar kota yang mampir beli,” kata Ana.

3. Lokasi lahan penanaman buah krai ada di Kecamatan Kabat

Nikmatnya Buah Krai Hadir Saat Ramadan di BanyuwangiIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Di Banyuwangi, Kecamatan Kabat termasuk salah satu sentra penanaman buah krai. Bapaknya sendiri, kata Ana, menjadi pengepul buah krai di wilayah Kabat yang menjual kembali pada pedagang eceran.

“Selama bulan puasa, Bapak bisa menebas hingga lima hektare tanaman buah krai. Satu hektare bisa ribuan buah krai, untuk dijual lagi ke pedagang lain,” ujar Ana.

4. Ungkapan salah satu pembeli menyatakan buah krai memang segar!

Nikmatnya Buah Krai Hadir Saat Ramadan di BanyuwangiIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Salah satu pembeli, Sofiana asal Denpasar mengatakan dirinya selalu membeli krai bila sedang bepergian ke Banyuwangi. Minuman es krai telah menjadi salah satu menu favorit takjil keluarganya saat puasa. 

“Segar banget rasanya. Kalau ke Banyuwangi saat puasa, kami pasti mampir beli. Minuman ini hampir selalu ada di menu buka puasa keluarga kami. Kami juga suka nitip ke kerabat kalau ada yang ke Banyuwangi, untuk membelikan buah ini” ujar Sofiana.

Buah krai memang sangat segar disajikan menjadi minuman berbuka puasa. Cara membuat minuman ini juga sangat mudah. Buah dipotong lalu diserut atau dipotong dagingnya. Buat larutan air gula, lalu buah krai dimasukkan ke dalamnya. Masukkan dalam kulkas selama beberapa jam atau langsung tambahkan es batu, es buah krai pun siap dihidangkan. 

Topik:

  • Ester Ajeng

Berita Terkini Lainnya