Buka Banyuwangi Ethno Carnival, Menpar Arief Terkesan Kemeriahan Acara

Menteri Pariwisata: Keren Karnaval BEC

Banyuwangi, IDN Times - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (27/9). Parade kostum etnik modern tersebut ditetapkan sebagai Top 10 Wonderful Event di Indonesia. 

“Banyuwangi Ethno Carnival dipilih sebagai Top 10 Wonderful Event karena kualitasnya. Dalam setiap perhelatan, event ini memang mampu menyajikan kemeriahan. Bahkan menghadirkan wisatawan mancanegara,” kata Menpar Arief saat membuka parade tersebut di Taman Blambangan, Banyuwangi. 

1. BEC tahun ini berlangsung meriah

Buka Banyuwangi Ethno Carnival, Menpar Arief Terkesan Kemeriahan AcaraIDN Times/Beautiful Banyuwangi

BEC merupakan karnaval yang dibawakan ratusan talent berkostum extravaganza. Pada tahun ini, BEC berlangsung meriah. Ribuan penonton memadati jalur yang dilalui para talent. Wisatawan domestik dan mancanegara menjadi saksi kemegahan parade kostum yang telah sembilan tahun diselenggarakan itu. 

Bahkan event ini juga dihadiri Wakil Ketua DPD RI Akhmad Muqowam dan 10 kepala daerah dari berbagai wilayah nusantara. Mereka antusias menyaksikan event ini.

"Tahun ini keren sekali. Saya bangga kepada warga Banyuwangi. Kian tahun terus meningkat kualitasnya," kata Menpar. 

2. Prinsip 3C telah diterapkan Banyuwangi

Buka Banyuwangi Ethno Carnival, Menpar Arief Terkesan Kemeriahan AcaraIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Menpar Arief lalu menjelaskan mengapa BEC bisa masuk Top 10 atraksi wisata nasional. Menurutnya, Banyuwangi telah memegang prinsip 3C, yakni creative value, commercial value, dan CEO commitment

"Kreatif itu bisa dilihat dari kemasan event-nya. Mulai koreografer, desainer kostumnya, hingga musik pengiringnya. Tiga hal ini menentukan kualitas suatu atraksi," kata Menpar. 

Dari sisi komersial, pariwisata berhasil menjadi pengungkit ekonomi daerah. Perdapatan per kapita rakyat Banyuwangi meningkat Rp 48 juta pada tahun 2018, dari Rp 20 juta pada tahun 2010. 

"Terakhir, komitmen kepala daerah. Suatu daerah yang bergerak maju, pasti dipimpin kepala daerah yang berpikiran maju. Dan saya tahu betul, Bupati Anas turun sendiri untuk merancang event di daerahnya," kata Menpar. 

"Banyuwangi bahkan berhasil menyabet penghargaan tertinggi sektor pariwisata dalam ajang Indonesia Attractiveness Award, mengalahkan kabupaten lain di Indonesia. Sekali lagi selamat kepada Banyuwangi," ujar Menpar Arief. 

3. BEC terus menghidupkan tradisi dan budaya lokal

Buka Banyuwangi Ethno Carnival, Menpar Arief Terkesan Kemeriahan AcaraIDN Times/Beautiful Banyuwangi

Pada tahun ini, BEC mengangkat tema "The Kingdom of Blambangan" yang mengisahkan kejayaan Kerajaan Blambangan pada masanya. Tema ini dibagi lagi dalam sepuluh subtema yang sarat makna historis tentang kejayaan kerajaan yang menjadi cikal bakal Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan BEC bukan hanya sebuah event atraksi pariwisata. BEC ialah cara Banyuwangi untuk terus menghidupkan tradisi dan budaya lokal lewat hal yang dimengerti dunia.

"Karnaval ini juga etalase kreativitas anak anak muda Banyuwangi untuk berkiprah di level yang lebih luas tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai anak daerah. Inilah yang membedakan kami dengan lainnya meskipun ditampilkan dalam kemasan modern namun nuansa etnik sangat kental," ujar Bupati Anas. 

Setiap tahun BEC menampilkan tema yang berbeda, namun tetap berakar pada budaya lokal. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya di Indonesia. Tema-tema ini lalu diterjemahkan dalam kostum yang diperagakan para talent-nya.

"Secara tidak langsung, semua peserta dan penonton akan belajar sejarah dan filosofi tradisi lokal Banyuwangi yang kita angkat tiap tahunnya. Kami mengajarkan sejarah dengan cara kreatif," tutur Anas. 

Topik:

  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya