Wanita yang Gantung Diri Pakai Tali Tas Berencana Menikah Usai Lebaran

Korban akan dimakamkan di Surabaya

Surabaya, IDN Times - Faiz (23), tampak tertunduk lesu saat berada di ruang tunggu kamar jenazah RSUD dr. Soetomo Surabaya, Senin pagi (17/2). Dia masih tak percaya kalau sang kekasih, Y meninggal dunia usai gantung diri menggunakan tali tas di kamar kontrakannya. Padahal, keduanya berencana menikah dalam waktu dekat.

1. Sempat berkunjung ke rumah korban hari Minggu

Wanita yang Gantung Diri Pakai Tali Tas Berencana Menikah Usai LebaranSuasana kamar jenazah RSUD dr. Soetomo Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar

Faiz mengaku tidak tahu ihwal yang mendasari Y gantung diri. Padahal sebelum kejadian pahit itu, Faiz sempat mengunjungi rumah korban di kawasan Mulyorejo Barat, kemarin Minggu (16/2).

"Saya gak tahu kenapa, sama saya juga gak ada masalah. Kemarin (Minggu), saya main ke rumahnya," ujarnya kepada IDN Times saat ditemui di kamar jenazah.

2. Korban tidak minta apa-apa ke kekasihnya

Wanita yang Gantung Diri Pakai Tali Tas Berencana Menikah Usai LebaranAmbulans yang mengangkut jenazah korban. IDN Times/Ardiansyah Fajar

Bahkan, dari percakapan terakhirnya dengan sang kekasih, Faiz sama sekali tidak mendengarkan keluhan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kalau Y akan bunuh diri. Korban juga tidak menyampaikan keinginannya apapun saat bertemu.

"Gak minta apa-apa pas ketemu, tiba-tiba tadi jam 03.00 WIB dikabari (Y) meninggal," ucapnya.

Baca Juga: Keluarga dan Tingginya Angka Bunuh Diri di Kota Pahlawan

3. Korban sudah bertunangan dan segera menikah

Wanita yang Gantung Diri Pakai Tali Tas Berencana Menikah Usai Lebaranilustrasi jenazah. IDN Times/Mia Amalia

Fiaz melanjutkan, dirinya akan menikah dengan Y usai Hari Raya Idulfitri tahun ini. Keduanya telah bertunangan sejak September 2019.

"Sudah kenal satu tahun, kemarin September tunangan, habis lebaran mau nikah," jelas warga Gubeng ini.

4. Ditemukan kejang-kejang pukul 03.00 dini hari

Wanita yang Gantung Diri Pakai Tali Tas Berencana Menikah Usai LebaranIlustrasi (IDN Times/Mia Amalia)

Sementara ayah korban, Esan (52) mengaku tidak tahu persis anaknya bunuh diri jam berapa. Yang jelas, dia mengetahui sang anak dalam kondisi kejang-kejang sekitar pukul 03.00 WIB di kamarnya. Saat itu korban sudah dalam kondisi terjerat tali tas yang terbuat dari rantai.

"Waktu itu saya nonton TV, mau masak buat dagang. Tiba-tiba ibunya nangis, anak saya kejang-kejang di kamar," katanya.

Rencananya korban yang merupakan kelahiran Jember ini tetap dimakamkan di Surabaya. "Habis ini dibawa ke Kedung Sroko Surabaya, dimakamkan dekat rumah saudara," ucap Esan.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Iptu Mulyono menegaskan bahwa pihaknyha masih menyelidiki motif bunuh diri tersebut.

“Masih kami periksa lokasi kejadiannya. Untuk data korban serta motif bunuh dirinya akan kami sampaikan nanti setelah penyelidikan,” tandas Mulyono.

 

Cegah orang-orang di sekitarmu, terutama anak-anak untuk menonton konten yang menjelaskan bunuh diri secara detail. Alih-alih, edukasi mereka mengenai bunuh diri dan mengapa mereka tidak boleh melakukannya.

Jika kamu membutuhkan informasi dan konsultasi terkait hal seperti ini, kamu bisa menghubungi beberapa kontak di bawah ini:

NGO Indonesia: Jangan Bunuh diritelp: (021) 9696 9293email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHTmessage via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID)direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesiatelp: (021) 500454
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500-454 atau 119, bebas pulsa.

Baca Juga: Diduga Depresi, Perempuan Gantung Diri Gunakan Tali Tas di Kamarnya

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya