UN Dihapus, Kadindik: Jatim Siap dengan Skema Penilaian Lain

Horrrreeeee...

Surabaya, IDN Times - Presiden Joko 'Jokowi' Widodo memutuskan untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) 2020. Kebijakan ini diambil lantaran wabah virus corona atau Covid-19 terus meluas. Mengetahui keputusan ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) mengaku sudah sangat siap.

1. Mulanya UN 2020 jadi yang terakhir tapi ditiadakan

UN Dihapus, Kadindik: Jatim Siap dengan Skema Penilaian LainIlustrasi persiapan UN sekolah (ANTARA FOTO/Fauzan)

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan kesiapan yang dimaksud ialah mengenai sistem penilaian siswa. Skema itu telah dibahas jauh-jauh hari, karena penghapusan UN oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebenarnya baru akan diterapkan 2021.

"Sebetulnya rencana semula UN 2020 adalah yang terakhir. Tahun 2021 tidak ada UN. Berarti dengan kondisi Covid-19 ini peniadaan UN diajukan tahun 2020," ujarnya, Selasa (24/3).

"Tapi kebijakan Mendikbud, kita akan menyesuaikan. Kami menunggu surat resmi Mendikbud untuk menindaklanjuti secara operasional," tambah Wahid.

2. Skema penilaian kelulusan 60 persen rapot, 40 persen ujian sekolah dan praktik

UN Dihapus, Kadindik: Jatim Siap dengan Skema Penilaian Lain(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Terkait skema penilaian kelulusan siswa Wahid menyampaikan, tidak lagi berpatok pada nilai UN. Melainkan ada rumus terbaru, yaitu 60 persen dari nilai rapot keseluruhan dan 40 persen dari ujian sekolah serta ujian praktik.

"Itu yang menentukan kelulusan," kata Wahid.

Untungnya, lanjut Wahid, SMA maupun SMK di Jatim sudah melaksanakan ujian sekolah. Bahkan khusus SMK, UN juga telah dilalui. "Sehingga untuk kelulusan sudah selesai. Tidak ada masalah," ucapnya.

"Jadi data untuk menentukan kelulusan di Jatim itu sudah lengkap," dia melanjutkan.

3. Nilai UN buat lihat disparitas mutu pendidikan

UN Dihapus, Kadindik: Jatim Siap dengan Skema Penilaian Lainun.kemdikbud.go.id

Meski telah dilaksanakan, nilai UN SMK bagi Dindik Jatim masih sangat bermanfaat. Nilai tersebut menjadi tolak ukur melihat disparitas kualitas mutu pendidikan di masing-masing sekolah

"Atau masing-masing wilayah," kata Wahid.

Baca Juga: [BREAKING] Jokowi Putuskan Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya