Tiga DPO Pembakar Mapolsek Tambelangan Ditangkap, Hanya Satu Ditahan

DPO belum pasti jadi tersangka

Surabaya, IDN Times - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera memastikan ada tiga orang berinizial M, Y dan K ditangkap polisi Subdit III Jatanras. Ketiganya merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura beberapa waktu lalu.

1. Dari tiga DPO, ada satu yang ditahan

Tiga DPO Pembakar Mapolsek Tambelangan Ditangkap, Hanya Satu DitahanIDN Times/Sukma Shakti

 

Meski begitu, Barung memastikan dari ketiga orang hanya ada satu, bernisial M yang ditahan oleh polisi. Sementara dua lainnya sudah dilepaskan.

"M kami tahan lantaran memang terbukti ikut dalam pembakaran Mapolsek Tambelangan," ujarnya, Senin (10/6).

2. Masih ada 18 DPO

Tiga DPO Pembakar Mapolsek Tambelangan Ditangkap, Hanya Satu DitahanIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Dengan kehadiran ketiga orang ini, maka Polda Jatim masih menunggu 18 orang yang masuk DPO untuk menyerahkan diri. Karena, polisi telah menetapkan ada 21 DPO kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan.

"Kami berikan waktu (hari ini) untuk menyerahkan diri ke Mapolda Jatim, kami tunggu saja, Kapolda Jatim akan memfasilitasi jika memang 18 orang tersebut datang dan menyerahkan diri," ucap Barung.

3. DPO belum pasti jadi tersangka

Tiga DPO Pembakar Mapolsek Tambelangan Ditangkap, Hanya Satu DitahanIDN Times/Sukma Shakti

 

Barung menjelaskan, sebanyak 18 orang yang masuk dalam DPO itu masih belum tentu. ditetapkan tersangka. Karena ketika ditangkap atau menyerahkan diri mereka harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

"Jika memang terbukti melakukan penyerangan Polsek Tambelangan akan kami tahan dan jika tidak terbukti akan kami lepaskan," jelas Barung.

4. Pembakaran terjadi 22 Mei 2019

Tiga DPO Pembakar Mapolsek Tambelangan Ditangkap, Hanya Satu DitahanANTARA FOTO/Rusyidi Zain

 

Sebelumnya, Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura dibakar massa pada Rabu (22/5) tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba melempari kantor mapolsek dengan menggunakan batu.

Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin bringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan pelemparan bom molotov.

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya