Terus Menurun, Kasus Aktif COVID-19 Jatim Terendah Kedua se-Indonesia

Tersisa 2.162 pasien

Surabaya, IDN Times - Penanganan kasus COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan tren membaik. Kini Jatim menduduki peringkat nomor dua terendah kasus aktif COVID-19 se-Indonesia. Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, kasus aktif di Jatim tersisa 2.162 pasien atau 3,95 persen dari total keseluruhan konfirmasi positif.

Nah, kumulatif konfirmasi positif COVID-19 di Jatim saat ini 54.631 kasus. Sebanyak 48.570 kasus atau 88,91 persen telah dinyatakan sembuh dari infeksi virus SARS CoV-2. Sementara 3.899 kasus atau 7,14 persen dilaporkan meninggal dunia. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pun berkomitmen terus menurunkan kasus aktif yang tersisa.

1. Terendah Gorontalo, Jatim, Kalsel, Bali, dan DKI Jakarta

Terus Menurun, Kasus Aktif COVID-19 Jatim Terendah Kedua se-IndonesiaIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus aktif di Jatim masih terpaut lebih banyak daripada Gorontalo yang berada di peringkat pertama alias paling sedikit se-Indonesia. Persentasenya hanya 2,86 persen. Kemudian Jatim 3,96 persen, Kalimantan Selatan 5,04 persen, Bali 5,08 persen, dan DKI Jakarta 7,10 persen.

"Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemik ini adalah bencana nonalam, adalah dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, privat sektor, dan juga pemerintah melakukan kerja sama agar semua nyekrup dalam satu langkah penanggulangan bencana," ujar Khofifah, Senin (9/11/2020).

2. Kabupaten Blitar paling sedikit kasus COVID-19, Jember paling banyak

Terus Menurun, Kasus Aktif COVID-19 Jatim Terendah Kedua se-IndonesiaIlustrasi corona (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara berdasarkan 38 kabupaten/kota di Jatim, Kabupaten Blitar menjadi daerah yang memiliki kasus aktif terendah. Yakni hanya 4 kasus. Lalu Ponorogo 10 kasus, Madiun dan Kota Malang masing-masing 13 kasus, Pamekasan 14 kasus, Kota Probolinggo 17 kasus, Sampang 18 kasus, Kota Madiun 19 kasus, dan Ngawi 20 kasus.

Lebih lanjut, Kota Kediri 23 kasus, Sumenep 25 kasus, Mojokerto dan Kota Pasuran 29 kasus, Nganjuk 32 kasus, Bondowoso 37 kasus, Bojonegoro 39 kasus, Pacitan 41 kasus, Kota Mojokerto, Tuban dan Tulungagung 45 kasus, Malang 46 kasus, Probolinggo 47 kasus, Batu 51 kasus, Situbondo 54 kasus, dan Magetan 55 kasus.

Kemudian, Blitar 58 kasus, Bangkalan 59 kasus, Lamongan 65 kasus, Kota Surabaya 67 kasus, Pasuruan 78 kasus, Trenggalek 88 kasus, Jombang 95 kasus, Gresik 103 kasus, Kediri 118 kasus, Lumajang 128 kasus, Sidoarjo 132 kasus, Banyuwangi 195 kasus dan yang terbanyak Jember 205 kasus. Khofifah menyampaikan bahwa semua unsur masyarakat berperan dalam menurunkan kasus COVID-19 di Jatim.

“Perguruan Tinggi, tenaga kersehatan, juga masyarakat adalah faktor penting untuk bersama-sama melawan COVID-19 dengan menjalankan masing-masing peran dan kontribusinya," tegasnya.

Baca Juga: Persiapan Tatap Muka, 21 Ribu Guru SD dan SMP Surabaya Sudah Tes Swab

3. Jatim bebas zona merah selama 6 minggu

Terus Menurun, Kasus Aktif COVID-19 Jatim Terendah Kedua se-IndonesiaIlustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Peran yang dimaksud yaitu masyarakat aktif terus menegakkan protokol kesehatan untuk menurunkan pertambahan kasus, dan nakes termasuk dokter terus meningkatkan angka kesembuhan. Dengan begitu secara bertahap kasus aktif COVID-19 akan terus menurun dan pandemik bisa berakhir di Jatim.

“Jawa Timur telah bebas dari zona merah sejak enam minggu lalu, dan kini 25 kabupaten kota sudah masuk zona oranye, dan 15 kabupaten kota lain sudah zona kuning. Bismillah kita terus melakukan upaya agar Jawa Timur bisa bergerak menjadi zona hijau yang bebas dari risiko penyebaran COVID-19,” katanya.

4. Ingatkan disiplin protokol kesehatan

Terus Menurun, Kasus Aktif COVID-19 Jatim Terendah Kedua se-IndonesiaPerjalanan Pandemik COVID-19 di Indonesia sejak Januari-Oktober 2020 (IDN Times/Sukma Shakti)

Tak lupa, mantan Menteri Sosial ini mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Meskipun kondisi COVID-19 terus menurun, tetapi masyarakat harus tetap diberikan edukasi agar pengendalian bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

"Kami berterima kasih kepada FK Unair yang telah melahirkan  para dokter yang telah berjuang untuk memberikan layanan  kesembuhan bagi para pasien dan masyarakat sehingga banyak yang telah sembuh dan sehat beraktifitas seperti semula. Kepada seluruh dedikasi para dokter yang telah gugur semoga diterima seluruh amal dan dedikasinya dalam  merawat masyarakat dan khilafnya diampuni Allah," pungkasnya.

Terus Menurun, Kasus Aktif COVID-19 Jatim Terendah Kedua se-IndonesiaInfografis Gerakan 3M (IDN Times/Ryann Rezza Ardiansyah)

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Kasus Aktif COVID-19 Jatim Diprediksi 1,4 Persen pada Akhir November

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya