Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Surabaya Diwarnai Interupsi

Rapat pleno harus diskorsing

Surabaya, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya melangsungkan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilkada 2020 di Hotel Singgasana, Selasa (15/12/2020). Pleno ini diwarna interupsi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya dan saksi Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman.

1. Saksi paslon 2 minta pelampiran form C7

Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Surabaya Diwarnai InterupsiRapat pleno penghitungan rekapitulasi Pilkada Surabaya di Hotel Singgasana, Selasa (15/12/2020). IDN Times/Dok. Istimewa

Interupsi disebabkan permintaan saksi paslon nomor urut 2, Rusli Effendy agar KPU Surabaya menyertakan formulir C7 atau daftar hadir pemilih dalam rekapitulasi kali ini. Menurutnya, hal ini bisa jadi pembanding partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Bagi kami (form C7) penting, sehingga kami harap proses ini bisa mengawal partisipasi publik Kota Surabaya sesuai realita yang ada. Kami ingin Pilkada Surabaya berjalan jurdil dan bermutu," ujarnya.

2. Bawaslu inginkan asesmen Satgas COVID-19

Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Surabaya Diwarnai InterupsiIlustrasi Pilwali Surabaya 2020 (IDN Times/Mardya Shakti)

Ketua Bawaslu Surabaya, M. Agil Akbaar mengatakan, pihaknya mempertanyakan asesmen Satgas COVID-19 untuk melaksanakan rekapitulasi.  Karena alasan tersebut, Bawaslu meminta KPU Surabaya untuk menskorsing rapat pleno rekapitulasi

"Dari teman-teman KPU, kami minta menghadirkan dokumenya dari satgas COVID-19.  Soalnya ada dokumennya, kami cuma minta salinan. Tapi usaha belum diterima. Kalau sudah, bisa dilanjut," kata dia.

"Ini soal kepatuhan, karena Pilkada di tengah pandemik. Kami sebagai penyelenggara bisa memastikan keamanan. Insyaallah aman. Tidak menjadi bagian penularan COVID-19," tambahnya.

Baca Juga: 599 Surat Suara Rusak, KPU Kota Blitar Segera Gelar Rapat Pleno

3. Rapat pleno harus diskorsing, KPU tidak masalah

Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Surabaya Diwarnai InterupsiKetua KPU Surabaya, Nur Syamsi. IDN Times/Dok. Istimewa

Selain asesmen, Bawaslu juga mempertanyakan KPU Surabaya mengenai peralatan rekapitulasi. Agil melihat, sejumlah alat belum siap ketika rapat pleno dimulai. Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi tidak mempermasalahkan adanya skorsing dalam rapat pleno ini.

"Kita tahu semua bahwa kami sudah mencoba memulai. Ada hal prinsip yang memang disampaikan dari saksi dan Bawaslu. Akhirnya, kami skorsing dulu untuk memenuhi prinsip protokol kesehatan dengan memberi hasil asesmen Satgas COVID-19," jelasnya.

"Hari ini rencananya 16 kecamatan, besok (Rabu) 15. Mekanisme tata cara dan prosedur adalah dengan membaca D (hasil rekap PPK) keberatan saksi, lalu seluruh data yang ada di dalam D hasil kecamatan," lanjut Syamsi.

Baca Juga: Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada Surabaya, 210 Polisi Dikerahkan

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya