Puluhan Mahasiswa di Surabaya Beri Dukungan Moral ke KPU

Mereka minta semua saling menghormati

Surabaya, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus menghitung suara pasca pesta demokrasi 17 April 2019 lalu. Namun, berbagai delegitimasi terhadap KPU kian gencar. Mengetahui hal tersebut, mahasiswa di Surabaya pun menolak untuk memenangkan pemilihan.

1. Tolak delegitimasi terhadap KPU

Puluhan Mahasiswa di Surabaya Beri Dukungan Moral ke KPUIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Para mahasiswa itu mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Indonesia wilayah Jawa Timur. Mereka pun menggelar aksi di depan Kantor KPU Provinsi Jatim, Rabu (8/5). Mereka meyakinkan menentang segala bentuk upaya pendelegasian hasil pemilu demi kepentingan politik golongan atau kelompok tertentu.

"Kita harus mempermasalahkan keamanan dan kestabilan Bangsa Indonesia. Kita harus junjung tinggi demokrasi, jangan sampai Negara dilecehkan karena kepentingan orang-orang tertentu," ujar Presiden Mahasiswa Universitas Dr Soetomo Surabaya, Lucky Daniel.

2. Kecam pihak yang sebarkan pertarungan dan deklarasi kemenangan sepihak

Puluhan Mahasiswa di Surabaya Beri Dukungan Moral ke KPUIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Mahasiswa yang juga Sekretaris Jenderal Pusat BEMNUS juga mengecam seluruh kelompok atau golongan yang menebarkan rasa senang di masyarakat. "Kita harus benar-benar melindungi demokrasi, polisi dan TNI jangan takut untuk mengawal demokrasi," kata Lucky.

Disamping itu, pihaknya mengundang kepada setiap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk berhenti mendeklarasikan diri sebagai pemenang sampai pernayataan resmi dari KPU.

"Mendesak seluruh timses capres dan cawapres untuk mencabut ucapan selamat atas kemenangan presiden sampai keluar pernyataan resmi karena dapat membuat suasana tidak kondusif," terang Lucky.

3. Ajak peserta pemilu saling hormati dan perangi hoaks

Puluhan Mahasiswa di Surabaya Beri Dukungan Moral ke KPUIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Sementara, koordinator aksi, Satria Wahab meminta Capres dan Cawapres serta seluruh pendukung untuk menghindari sikap saling menjatuhkan satu sama lainnya. "Masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh kelompok atau golongan manapun," ungkapnya.

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini berharap agar masyarakat juga turut memerangi hoaks yang dapat memecah belah bangsa. Selain itu, mendukung penuh KPU, TNI dan Polri untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya agar tercipta pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.

"Utamakan azas kejujuran, kami akan selalu menjadi garda terdepan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata Satria.

4. Apresiasi kinerja penyelenggara Pemilu 2019

Puluhan Mahasiswa di Surabaya Beri Dukungan Moral ke KPUIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Satria pun memberikan apresiasi penuh atas penyelenggaraan pemilu yang terintegrasi dengan baik. "Kami juga ikut berbelasungkawa sedalam-bantuan kepada penyelenggara pemilu yang mengawal proses mengawal pemilu kali ini," pungkasnya.

Baca Juga: Rekapitulasi Sementara KPU Jatim, Jokowi Hanya Kalah di Dua Daerah

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya