Pemprov Minta Kepala Sekolah Cegah Siswa Ikut Demo Anarkis

Demo boleh, tapi jangan rusuh, dek

Surabaya, IDN Times - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim), Wahid Wahyudi membenarkan bahwa pihaknya bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa menggelar pertemuan tertutup di Gedung Negara Grahadi, Selasa (13/10/2020). Pertemuan itu membahas aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang melibatkan pelajar SMA/SMK.

1. Imbau agar tidak anarkis saat sampaikan pendapat

Pemprov Minta Kepala Sekolah Cegah Siswa Ikut Demo AnarkisIlustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)

Wahid mengatakan, aksi menyampaikan aspirasi atau demo sebenarnya sah-sah saja di Indonesia. Dia tidak membenarkan apabila penyampaiannya diwarnai dengan tindakan anarkis. Sementara pelajar yang terlibat ternyata tidak paham konteks aksi.

Seperti demo pada Kamis (8/10/2020), sejumlah massa rusuh di depan Grahadi, Surabaya. Pagar dan fasilitas umum di sekitar pun rusak. Kemudian polisi membubarkan paksa dengan mengerahkan tembakan gas air mata. Ratusan demonstran yang terlibat juga ditangkap.

"Menyampaikan pendapat jangan sampai cara-cara anarkis yang dilakukan. Karena kalau melakukan tentu akan merugikan para siswa itu sendiri. Jadi siswa diharapkan tidak menjadi korban karena ketidakpahamannya," ujar Wahid.

2. Sekolah melalui guru dapat sampaikan imbauannya kepada siswa

Pemprov Minta Kepala Sekolah Cegah Siswa Ikut Demo AnarkisAksi menolak Omnibus Law di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020). IDN Times/Fitria Madia

Supaya kejadian itu tidak terulang, Gubernur Khofiffah dan Dirintelkam Polda Jatim memberikan memberikan pengarahan kepda para kepala sekolah SMA/SMK di Jatim. Wahid menyapaikan, kepala sekolah diminta melakukan komunikasi dengan komite sekolah, menugaskan wali kelas dan guru  untuk memonitor para siswanya.

"Jangan sampai siswa ini menjadi korban," Wahid kembali menegaskan.

Baca Juga: Polisi Tangkap 59 Pelajar di Tangerang, Ada yang Bawa Tembakau Gorila

3. Pengarahan pada siswa bisa lewat online

Pemprov Minta Kepala Sekolah Cegah Siswa Ikut Demo AnarkisSuasana pemulangan para demonstran tolak omnibus law yang sempat ditahan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (9/10/2020). IDN Times/Fitria Madia

Lebih lanjut, menurut Wahid banyak yang dapat dilakukan oleh sekolah. Yakni guru memberi pengarahan kepada siswa-siswanya lewat daring. Hal itu bisa dilakukan saat pembelajaran via video confference atau mengirim pesan ke grup-grup WhatsApp yang sudah dibuat.

"Sekarang ini kan pembelajaran daring sudah berjalan mulai Maret. Sehingga fasilitas video conference, pembelajaran online ini bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pengarahan kepada siswa. Dan masing-masinf wali kelas juga biasanya memiliki WA group dengan para siswanya. Ini menjadi alat komunikasi dengan siswa," kata dia.

"Jangan sampai saat jam-jam pelajaran siswa tidak mengikuti pembelajaran dan melakukan hal-hal yang sebetulnya tidak paham. (Ini) tidak larangan. Menyampaikan pendapat itu dijamin UU tapi harus paham yang disampaikan apa dan bagaimana cara menyampaikannya," Wahid menambahkan.

Baca Juga: Demo Tolak Omnibus Law di Banyuwangi, Dua Pelajar Ditangkap

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya