Nataru, Pemprov Jatim Operasi Yustisi Hingga ke Tingkat RT

Juga akan ada dua RS lapangan yang akan diaktifkan

Surabaya, IDN Times - Operasi yustisi di Jawa Timur (Jatin) rencananya akan ditingkatkan Pemprov Jatim jelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Hal ini sebagai upaya kewaspadaan terhadap lonjakan kasus COVID-19. Pemprov juga mengklaim bahwa operasi ini sangat efektif mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.

“Operasi Yustisi akan ditingkatkan mulai di tingkat desa, kampung, dan RT,” ujar Sektetaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjono, Senin (14/12/2020).

1. Operasi yustisi jadi pencegahan

Nataru, Pemprov Jatim Operasi Yustisi Hingga ke Tingkat RTSekdaprov Jatim, Heru Tjahjono tinjau pelaksanaan SKB CPNS 2019, Senin (28/9/2020). Dok. Humas Pemprov Jatim

Nantinya, kata Heru, pelaksanaan operasi yustisi akan didukung Kampung Tangguh yang telah berdiri sebelum-sebelumnya. Cara menjadi salah satu bentuk kewaspadaan saat libur panjang. Mengingat saat libur panjang sebelumnya, terjadi kenaikan kasus COVID-19. Karena longgarnya pengawasan.

“Oleh sebab itu, dengan adanya libur natal dan tahun baru diharapkan pengetatan seperti operasi yustisi bisa menekan angka penularan COVID-19,” kata dia.

2. Perawatan aktifkan RS Lapangan di Jember dan Malang

Nataru, Pemprov Jatim Operasi Yustisi Hingga ke Tingkat RTSuasana salat id di RSDL Indrapura yang diikuti dan diimami pasien COVID-19. IDN Times/ Dok istimewa

Selain pencegahan melalui operasi yustisi, Pemprov juga tetap memperhatikan unsur treatment atau perawatan. Selama Nataru akan ada tambahan dua Rumah Sakit Lapangan yaitu di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma)  dan RS Paru Jember.

“RS Lapangan yang ada di Jalan Ijen Kota Malang itu berkapasitas 306 tempat tidur,” ucapanya.

Baca Juga: Punya 360 Bed, RSDL Kota Malang Ditarget Beroperasi Akhir Oktober

3. RS Lapangan untuk tangani pasien dengan gejala ringan

Nataru, Pemprov Jatim Operasi Yustisi Hingga ke Tingkat RTSekda Heru Tjahjono didampingi Humas Masjid Al Akbar Helmy M. Noor umumkan pembatalan Salat Idulfitri di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/5). (Ist).

Sementara di Jember, Pemprov akan mengaktifkan RS Paru sebagai Rumah Sakit Lapangan COVID-19. Tugasnya sama dengan yang di Surabaya, yakni melayani pasien positif dengan gejala ringan.

"Setidaknya ada 99 tempat tidur yang bisa dimanfaatkan untuk merawat pasien positif COVID-19 di rumah sakit tersebut," pungkas Heru.

Baca Juga: Wali Kota Sutiaji Pastikan RSDL Malang Siap Dibuka Pekan Depan 

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya