Comscore Tracker

Membelot di Pilkada Surabaya, Kakak Whisnu Sakti Siap Disanksi PDIP  

Dukung Machfud-Mujiaman karena ingin melawan Risma

Surabaya, IDN Times - Anak sulung mantan Sekjen PDIP Sutjipto yang juga kakak kandung Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana, Jagad Hari Seno siap disanksi atas sikap politiknya di Pilkada Surabaya 2020. Meski tercatat sebagai kader PDIP, Seno menolak mendukung Eri Cahyadi-Armuji. Dia justru menjatuhkan hati ke Machfud-Mujiaman.

1. Siap disanksi oleh DPP PDIP

Membelot di Pilkada Surabaya, Kakak Whisnu Sakti Siap Disanksi PDIP  Ilustrasi Pilwali Surabaya 2020 (IDN Times/Mardya Shakti)

Seno menyadari bahwa sikapnya itu akan dikecam oleh PDIP. Bahkan, dia sudah sangat siap jika memang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan sanksi kepadanya.

"Saya siap, apapun itu! Sanksi administratif, hukum pasti berimplikasi kepada saya. Saya siap! Ini perjuangan saya kepada PDI Perjuangan dan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya dalam rilis yang diterima IDN Times, Minggu (15/11/2020).

2. Jika dipecat akan daftar jadi kader lagi

Membelot di Pilkada Surabaya, Kakak Whisnu Sakti Siap Disanksi PDIP  Kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Jagad Hari Seno saat bersama Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin, Selasa (11/10/2020). Dok. Istimewa.

Jika sanksi itu berdampak hingga pada pemecatan dirinya, Seno mengaku tidak akan mempermasalahkannya. Dia berniat mendaftar lagi sebagai kader partai berkepala banteng bermoncong putih apabila sanksi itu benar-benar diperolehnya.

"Saya ini apa? Bukan siapa-siapa. Jabatan di partai ndak punya. Paling KTA disita, dipotong. Tidak apa-apa, daftar lagi. Sampai gepeng, saya tetap banteng," kata dia.

Baca Juga: Kakak Kandung Whisnu Sakti Buana Dukung Machfud di Pilkada Surabaya

3. Pilihannya saat ini sebagai bentuk perlawanan terhadap Risma

Membelot di Pilkada Surabaya, Kakak Whisnu Sakti Siap Disanksi PDIP  Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. IDN Times/Kevin Handoko

Terkait sikap politiknya, Seno sebenarnya tidak sedang berseberangan dengan PDIP. Dia hanya sedang melawan kepentingan politik Wali Kota Tri Rismaharini yang juga Ketua DPP PDIP. Menurutnya, rekomendasi Eri Cahyadi-Armuji adalah campur tangan dari Risma. Tapi setelah diputuskan Megawati, semuanya menjadi mutlak keputusan partai.

"Bagi saya selesai. Tidak masalah. Final menjadi keputusan partai. Tapi saya melihat itu (survei sebelum rekom) dikesampingkan oleh Risma," katanya.

Nah, dalam survei yang dimaksud Seno, dia menyebut yang berpeluang besar untuk maju Pilkada Surabaya adalah adiknya, Whisnu Sakti. Wakil wali kota itu juga bisa diduetkan dengan Eri Cahyadi karena memang nama keduanya memiliki peluang yang setara.

"Sebagai barisan di belakang Bu Mega, saya wajib melakukan perlawanan ini," tegas dia.

Baca Juga: Beda Pilihan dengan Sang Kakak, Whisnu: Saya Lahir di Kandang Banteng!

Topic:

  • Dida Tenola
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya