Kasus Aktif COVID-19 Jatim Diprediksi 1,4 Persen pada Akhir November

Tren kasus COVID-19 terus menurun sejak Agustus 2020

Surabaya, IDN Times - Kasus COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren penurunan. Data Satgas Penanganan COVID-19, kumulatif positif 54.349 kasus. Dengan rincian 48.309 (88,89 persen) dinyatakan sembuh, 3.884 (7,15 persen) meninggal dunia dan 2.156 (3,96 persen) dalam perawatan atau kasus aktif, Sabtu (7/11/2020).

1. Kasus aktif bisa ditekan ke 1,4 persen pada akhir bulan

Kasus Aktif COVID-19 Jatim Diprediksi 1,4 Persen pada Akhir NovemberIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Melihat data tersebut, Tim Advokasi dan Surveilans COVID-19 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) optimistis kasus aktif bisa ditekan hingga 1,4 persen atau sekitar 500 kasus pada akhir bulan ini. Hal ini berdasarkan rumus perdictive modelling.

"Itu adalah prediksi FKM (Unair) dalam konsultasi terakhir kami 22 Oktober itu," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, Minggu (8/11/2020).

2. Tes masif terus dilakukan

Kasus Aktif COVID-19 Jatim Diprediksi 1,4 Persen pada Akhir NovemberData kasus COVID-19 di Jatim, Sabtu (7/11/2020). Dok. Satgas Penanganan COVID-19 Jatim.

Untuk mencapai target itu, Jibril menyampaikan bukan berarti Satgas menurunkan jumlah yang dites. Justru pihaknya memasifkan pengetesan. Saat ini 511.993 individu telah menjalani tes swab PCR di Jatim. Sementara 1.041.365 telah melakukan rapid test. Kemudian mesin PCR 76 unit, TCM 28 unit dengan kapasitas tes harian 4-6 ribu sampel.

"Artinya, di Jatim ini tesnya naik tapi jumlah yang positif turun. Ya ini memang pertanda bahwa tren kasus di Jatim ini memang beneran turun. Seperti yang diprediksi oleh FKM Unair," kata Jibril.

Baca Juga: Persiapan Tatap Muka, 21 Ribu Guru SD dan SMP Surabaya Sudah Tes Swab

3. Jatim sudah lewati puncak kasus

Kasus Aktif COVID-19 Jatim Diprediksi 1,4 Persen pada Akhir NovemberData kasus COVID-19 di Jatim, Sabtu (7/11/2020). Dok. Satgas Penanganan COVID-19 Jatim.

Ketua Tim Advokasi dan Surveilans Covid-19 FKM Unair dr Windhu Purnomo mengatakan, Jatim telah melewati puncak kasus. Sehingga, menjadi wajar jika sekarang ini tren kasus positifnya mengalami penurunan. "Puncak kasus itu kalau kami lihat sekitar 28-29 Agustus dan terus menurun. Tapi turunnya stagnan. Jadi tidak bisa dikatakan selesai," katanya.

"Selain itu, dampak dari liburan panjang kemarin belum kelihatan. Baru akan kelihatan setelah dua minggu setelah liburan panjang kemarin. Jadi kewaspadaan harus tetap ada. Pemerintah sendiri juga masih harus meningkatkan penanganan," dia menambahkan.

Baca Juga: Tinggal 71 Pasien, 100 Kelurahan di Surabaya Sudah Nol Kasus COVID-19

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya