Comscore Tracker

Jatim Ekspor 19,8 Ribu Ton Hasil Perkebunan, Terbanyak Kelapa Sawit

Nilainya mencapai Rp692 miliar

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 19,8 ribu ton hasil perkebunan Jawa Timur (Jatim) diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda. Komiditas yang diekspor itu senilai Rp692 miliar. Hal itu dituturkan oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

1. Kelapa sawit jadi terbanyak

Jatim Ekspor 19,8 Ribu Ton Hasil Perkebunan, Terbanyak Kelapa SawitIlustrasi Kelapa Sawit (IDN Times/Sunariyah)

Musyaffak mengatakan, dari 19,8 ribu ton tersebut ada beberapa komoditas terbanyak yang diekspor. Antara lain, kelapa sawit sebanyak 13,6 ribu ton, kacang mede 2,5 ribu ton, kelapa bulat, kopra, hingga santan kelapa sebanyak 1,5 ribu ton, produk kakao bubuk dan pasta 611 ton, dan cengkeh 544 ton.

"Selebihnya tersebar dalam 15 komoditas perkebunan lainnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020)

2. Kelapa, kopi, hingga karet juga diminati pasar dunia

Jatim Ekspor 19,8 Ribu Ton Hasil Perkebunan, Terbanyak Kelapa SawitIlustrasi kopi. IDN Times/Indiana Malia

Sementara itu, dari rekaman sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia tidak hanya sawit saja. Ada pula produk turunannya adalah kelapa, kopi, karet, mede dan pinang biji.

"Selain itu rempah juga menunjukkan tren permintaan yang cukup tinggi, khususnya di saat musim pandemi ini," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil.

Baca Juga: Di Tengah Pandemik, Nilai Ekspor Jatim September Naik 11,14 Persen

3. Pertumbuhan ekspor kuartal 1 dan 2 pertanian disumbang sub perkebunan

Jatim Ekspor 19,8 Ribu Ton Hasil Perkebunan, Terbanyak Kelapa SawitBalai Besar Karantina Pertanian Surabaya saat berangkatkan ekspor hasil perkebunan Jatim. IDN Times/ Dok. Istimewa

Merujuk data Badan Pusat Statisik (BPS), ekspor sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 yang tumbuh 2,19 persen, dan kuartal 2 tumbuh 2,15 persen (years on years). Lebih dari 70 persen ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan.

"Ke depan, agar dapat lebih memberikan dampak dan nilai tambah hasil perkebunan ini kita olah dahulu, baru diekspor," ucapnya.

Baca Juga: Ekspor Jatim Naik 0,38 Persen pada Oktober 2020, Katoda Paling Laris

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya