Comscore Tracker

Idul Adha, Arus Lalin Jatim Turun 70 Persen Termasuk Toron ke Madura

Terus dipantau hingga tiga hari ke depan

Surabaya, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak mengaku mendapat laporan dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim kalau terjadi penurunan lalu lintas pada Idul Adha tahun ini. Penurunan terbanyak terjadi di kawasan Jembatan Suramadu.

1. Sebut adanya penurunan lalu lintas hingga 70 persen

Idul Adha, Arus Lalin Jatim Turun 70 Persen Termasuk Toron ke MaduraPengecekan Jembatan Suramadu oleh Forkompimda Jatim, Senin (19/7/2021) malam. Dok. Humas Pemprov Jatim.

Mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan, pengendalian arus lalu lintas dirasa penting. Mengingat, tren kenaikan kasus COVID-19 kerap terjadi pada saat arus besar mudik. Momen tersebut mengakibatkan kemacetan dan kerumunan.

"Ada atensi yang sangat tinggi terhadap risiko apabila ada mobilitas. Maka, belajar dari pengalaman tahun lalu, kami memantau langsung di lapangan pada jam-jam di mana orang-orang biasanya mencoba melanggar," ujarnya usai memantau Suramadu, Senin (19/7/2021) malam.

Namun, pada Idul Adha tahun ini, Emil sangat senang setelah melihat adanya perubahan yang cukup signifikan dalam tren antrean lalu lintas menjelang lebaran. Sebab, menurut data Dirlantas Polda Jatim, terjadi penurunan 70 persen dibanding tahun lalu.

"Ada berita tentang warga toron yang memenuhi Jembatan Suramadu. Tapi kenyataan di lapangan sekarang tidak demikian. Bukan berarti tidak ada yang toron. Tentu ada, tetapi kita sudah memenuhi komitmen bahwa mereka yang dialgomerasi, mereka yang ingin mencari nafkah tidak dihalangi," terangnya.

Baca Juga: Minimalisasi Toron, Suramadu dan Pelabuhan Tanjung Perak Disekat

2. Petugas berjaga memeriksa kelengkapan dokumen

Idul Adha, Arus Lalin Jatim Turun 70 Persen Termasuk Toron ke MaduraPengecekan Jembatan Suramadu oleh Forkompimda Jatim, Senin (19/7/2021) malam. Dok. Humas Pemprov Jatim.

Dengan kondisi arus lalu lintas yang lancar dan kooperatifnya warga untuk tidak mudik, maka tindakan yang diambil petugas masih berupa pengendalian. Dimana mereka hanya akan memeriksa kelengkapan dokumen pengendara saja.

"Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa nanti jika arus mudik besar, akan dilakukan penyekatan. Untuk sekarang, masih berupa pengendalian. Ini saya rasa cukup, karena toh sudah ada banyak pengendara yang disuruh putar balik karena tidak taat dan dokumennya tidak lengkap," kata dia.

"Mudah-mudahan terus terjaga kondusifitas ini dan kita bisa menjalankan Idul Adha dengan khidmat walaupun beribadah dari rumah masing-masing. Termasuk pemotongan kurban juga dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan," Emil menambahkan.

3. Pengendalian di Suramadu digelar hingga 25 Juli

Idul Adha, Arus Lalin Jatim Turun 70 Persen Termasuk Toron ke MaduraPengecekan Jembatan Suramadu oleh Forkompimda Jatim, Senin (19/7/2021) malam. Dok. Humas Pemprov Jatim.

Sementara itu, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, pengendalian di Jembatan Suramadu ini akan terus dilakukan hingga 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga kestabilan kondisi lalu lintas seperti sekarang ini.

"Jangan mempermasalahkan kapan ini berakhir. Yang harus kita lakukan adalah memikirkan bagaimana kita semua mentaati protokol kesehatan. Kalau sudah melakukan ikhtiar ini, saya yakin kita bisa melewati pandemi ini," paparnya.

Kasdam Brigjen TNI Agus Setiawan turut menambahkan, bahwa pengendalian tersebut dilakukan secara nasional, yakni di Jawa dan Bali. Langkah itu dilakukan untuk melawan penyebaran mata rantai COVID-19. Hal ini juga sebagai tindaklanjut adanya PPKM Darurat di kedua wilayah.

"Ini berlaku secara nasional, yakni di seluruh Jawa dan Bali. Kami melibatkan ribuan aparat, baik di perbatasan antar provinsi, perbatasan kabupaten/kota, maupun di dalam kabupaten/kota itu sendiri. Mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah konkrit menekan penyebaran virus corona ini," ujarnya.

Pengendalian di Jembatan Suramadu sendiri dilakukan dengan pengecekan surat-surat berupa Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM), vaksinasi tahap satu, serta rapid antigen. Mereka yang tidak memiliki dokumen tersebut akan diminta untuk memutar arah dan tidak diperkenankan melewati perbatasan.

Baca Juga: Terbitkan SE, PWNU Jatim Imbau Salat Idul Adha di Rumah Saja

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya