Comscore Tracker

Hanya 127 Pedonor, Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya Menipis

PMI berharap penyintas COVID-19 bersedia donor plasma

Surabaya, IDN Times - Jumlah pasien sembuh dari infeksi virus SARS CoV-2 di Kota Surabaya terus bertambah. Data Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, ada total 13.208 kasus di Surabaya, per Senin (14/9/2020).

Dari jumlah tersebut, 10.920 di antaranya dinyatakan sudah sembuh. Namun, jumlah eks penyintas COVID-19 yang mendonorkan plasma darahnya ke Palang Merah Indonesia (PMI) masih sangat sedikit.

1. Hanya 127 pedonor plasma konvalesen di Surabaya

Hanya 127 Pedonor, Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya MenipisIlustrasi donor. IDN Times/Wayan Antara

Kepala Bagian Pengelolaan Darah PMI Surabaya, dr. Vebrie Ariani mengatakan, pedonor plasma konvalesen dari awal merebaknya virus corona hingga sekarang hanya sebanyak 127 orang. Angka itu tentunya sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah pasien yang sembuh.

"Plasma konvalesen kami saat ini bikin. Tapi, belum sempat stok sudah langsung habis. Kondisinya sangat menipis," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (15/9/2020).

2. Permintaan yang banyak dari rumah sakit

Hanya 127 Pedonor, Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya MenipisIlustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

Menipisnya stok plasma konvalesen ini, lanjut Vebrie, dikarenakan memang permintaannya banyak dari rumah-rumah sakit rujukan di Surabaya dan sekitarnya. Tak hanya rumah sakit dalam naungan pemkot saja, akan tetapi permintaan juga datang dari rumah-rumah sakit swasta yang ditunjuk menangani pasien terkonfirmasi positif virus corona.

"Permintaannya banyak, bukan hanya dari rumah sakit besar. Kebanyakan rumah sakit rujukan lainnya, termasuk rumah sakit swasta," lanjutnya.

Baca Juga: JK Tegaskan PMI Siap Bantu Proses Terapi Plasma Darah untuk COVID-19

3. Pedonor harus penuhi persyaratan berikut ini

Hanya 127 Pedonor, Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya MenipisIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Maka dari itu, Vebrie berharap bagi para penyintas COVID-19 yang sudah sembuh, bisa mendonorkan plasma darahnya ke PMI. Nantinya sebelum diambil darah, pedonor terlebih dahulu diseleksi. Seperti menjalani sesi wawancara dan dipastikan tidak mengalami gejala rentan waktu 14-28 hari setelah sembuh dari corona.

Kemudian mempunyai antibodi dan total titier antibodi igG spesifik COVID-19 yang cukup, diutamakan laki-laki dan perempuan yang belum pernah hamil dengan hasil antibodi HLA negatif serta belum pernah tranfusi. Lalu, berusia 17-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kg, lebih diutamakan pernah donor darah.

"Ada persyaratan yang harus dijalankan. Tidak semuanya memenuhi syarat. Apakah antibodinya mencukupi dan lain sebagainya," pungkasnya.

Baca Juga: Dapur Umum ala PMI Surabaya, Bagikan Nasi Bungkus Buat Anak Kos-kosan

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya