Comscore Tracker

Bom Makassar, Menteri BUMN: Ganggu Program Vaksinasi COVID-19

Bisa menimbulkan rasa takut kepada masyarakat

Surabaya, IDN Times - Menteri BUMN, Erick Thohir angkat suara perihal peristiwa bom bunuh diri di bilangan Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021). Menurutnya, kejadian tersebut dapat berpengaruh terhadap proses pencanangan vaksinasi COVID-19.

"Ada peristiwa bom. Sangat prihatin apalagi dikala COVID-19, masyarakat sekarang lagi serba kesulitan. Apalagi ini juga bisa mengganggu program vaksinasi," ujarnya saat meninjau Sentra Vaksinasi Bersama di Grand City, Surabaya, Jawa Timur.

1. Aksi tetorisme timbulkan rasa takut dan ganggu program vaksinasi

Bom Makassar, Menteri BUMN: Ganggu Program Vaksinasi COVID-19Ilustrasi bom. IDN Times/Mardya Shakti

Teror-teror tersebut, imbuh Erick, menimbulkan rasa takut dikalangan masyarakat. Kondisi itu dianggapnya dapat mengganggu program vaksinasi COVID-19. Dia berharap aksi terorisme dapat diredam supaya tidak ada pihak-pihak yang membuat kekacaun.

"Jadi mohon dengan hormat pihak-pihak tertentu menahan dirilah. Karena ini kondisi yang tidak menguntungkan juga bangsa Indonesia," ucapnya.

Baca Juga: [BREAKING] Bom Meledak di Depan Gereja Katedral Makassar, Diduga Bom Bunuh Diri

2. Sentra vaksinasi ditarget 5 ribu orang sehari di Surabaya

Bom Makassar, Menteri BUMN: Ganggu Program Vaksinasi COVID-19Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac sebelum disuntikkan pada tenaga kesehatan di Klinik Universitas Brawijaya, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021). ANTARA FOTO/Ari WIbowo Sucipto

Ihwal vaksinasi di Jatim, Erick menginginkan sentra vaksinasi yang didirikan di Surabaya dapat mempercepat sasaran yang divaksinasi. Pihaknya menargetkan setiap sentra vaksinasi mampu memvaksinasi 5.000 orang per hari.

Selain Surabaya, Sentra Vaksinasi Bersama juga didirikan di Jakarta dan Semarang. Khusus Jakarta, rata-rata suntikan per harinya sudah menembus 8.000 orang.

"Saya yakin di Jawa Timur ini bisa sesuai dengan targetnya," tegasnya.

Erick menyampaikan, semua pihak tidak perlu khawatir dengan persediaan vaksin. Sampai sekarang stoknya aman. Indonesia sudah bisa mengamankan 426 juta dosis vaksin.

"Atau kalau dibagi dua berarti untuk 210 juta orang. Jadi lebih dari 70 persen penduduk bisa divaksin. Tapi perlu kesabaran dari semua. Proses penyuntikannya tidak bisa langsung 210 juta dalam satu bulan," tutur Erick.

3. Pemerintah masih pulihkan kondisi pandemik dari sektor kesehatan dan ekonomi

Bom Makassar, Menteri BUMN: Ganggu Program Vaksinasi COVID-19Ilustrasi. IDN Times/Sukma Shakti

Erick mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia tidak hanya berupaya dalam pemulihan sektor kesehatan saja melainkan sektor ekonomi juga karena terdampak pandemik COVID-19. Sehingga, pihaknya berharap tidak ada lagi aksi teror yang terjadi di Tanah Air.

"Kita maaih melawan pandemi dan ekonominya kita sendiri terus masih mendapat gangguan bagaimana kita bisa menstabilkan," tutur Erick.

Baca Juga: Bom di Makassar, Polda Jatim Siaga, Surabaya dan Malang Waspada

https://www.youtube.com/embed/0aW2r1yLZno

Topic:

  • Ardiansyah Fajar
  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya