Comscore Tracker

164 Layanan Samsat di Jatim Ditutup, Denda Pajak Dihapus

Penutupan sementara sampai 29 April

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 164 layanan Samsat di Jawa Timur (Jatim) ditutup sementara menyusul semakin meluasnya wabah virus corona atau Covid-19. Penutupan yang dilakukan sejak Senin (23/3), meliputi drive true, payment point, Samsat corner, dan Samsat keliling.

"(Penutupan sementara) sampai dengan nanti 29 April Dan bisa diperpanjang melihat situasi yang berkembang," ujar Kepala Bapenda Jatim, Budi Prijo Soeprajitno saat di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3).

1. Masih ada 46 samsat induk buka dengan jam operasional terbatas

164 Layanan Samsat di Jatim Ditutup, Denda Pajak DihapusIlustrasi Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski 164 layanan unggulan samsat tutup, ternyata masih ada 46 samsat induk yang masih beroperasi di Jatim. Akan tetapi perlu diingat, jam operasionalnya juga dibatasi. Yakni Senin-Kamis pukul 08.00-12.00 WIB. Kemudian Jumat pukul 07.30-11.00 WIB.

"Kami batasi jam kerjanya, agar masyarakat mengerti dengan situasi saat ini," kata Budi.

2. Petugas jaga dan pengunjung diminta protokol pencegahan virus corona

164 Layanan Samsat di Jatim Ditutup, Denda Pajak DihapusIlustrasi kantor Samsat. IDN Times/Irma Yudistirani

Nantinya, petugas yang masih bekerja di 46 samsat induk itu diwajibkan memakai masker dan sarung tangan yang telah disediakan. Pengunjung juga diimbau memakai masker serta raji membersihkan tangan. Karena telah disediakan wastafel hingga hand sanitizer.

"Dalam pelayanan yang diberikan, kami menerapkan standar protokol pencegahan Covid-19, kami juga lakukan penyemprotan disinfektan," ucap Budi.

Baca Juga: Resmi Terdaftar di Samsat, Honda Zoomer-X Segera Meluncur di Tanah Air

3. Bagi yang kesulitan bayar pajak, denda keterlambatan tahun ini dibebaskan

164 Layanan Samsat di Jatim Ditutup, Denda Pajak DihapusIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Sedangkan bagi wajib pajak yang kesulitan membayar pajak tidak perlu khawatir. Karena khusus tahun ini, denda keterlambatan membayar pajak ditiadakan sementara, karena mewabahnya virus corona.

"Itu tidak dikenakan denda, dibebaskan dari denda untuk yang tahun ini saja," kata dia.

Budi juga membeberkan capaian pajak di Jatim pada triwulan 2020 telah melampaui target. Pihaknya hanya menarget 15 persen, tapi sekarang sudah menembus 22 persen.

Baca Juga: [UPDATE] Virus Corona Sudah Serang 198 Negara, Total Ada 468.011 Kasus

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya