Isu Pergerakan Massa, Polresta Malang Siagakan 250 Personel 

Polres Malang Kota siagakan anggota di empat titik

Malang, IDN Times - Polres Malang Kota melakukan pengamanan di sejumlah titik ada Kamis (9/5). Setidaknya ada empat titik yang menjadi fokus dari kepolisian. Empat titik tersebut adalah Bawaslu Kota Malang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, KPUD dan GOR Ken Arok. 

Pengamanan tersebut dilakukan oleh Polres Malang untuk mengantisipasi isu adanya pergerakan massa yang akan menggeruduk empat tempat tersebut pada Kamis (9/5). Untuk itu, pihak kepolisian tak ingin kecolongan dan mencoba mengantisipasi dengan menyiagakan personel pada empat titik tersebut. Setidaknya ada 250 personel kepolisian dari Polres Malang Kota yang disiagakan pada empat titik tersebut.

1. Bukan indikasi People Power

Isu Pergerakan Massa, Polresta Malang Siagakan 250 Personel IDN Times/ Alfi Ramadana

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri saat ditemui di kantor Bawaslu Kota Malang menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pihak kepolisian adalah upaya pencegahan. Pasalnya isu yang beredar di media sosial tersebut dinilai cukup meresahkan. Namun demikian, ia belum bisa memastikan apakah hal tersebut merupakan indikasi adanya isu People Power. 

"Kalau sejauh ini untuk kota Malang tidak ada. Tetapi yang jelas kami tidak mau kecolongan. Sehingga kami tetap melakukan antisipasi," ucapnya Kamis (9/5/2019).

2. Sempat ada pengajuan izin agenda buka bersama

Isu Pergerakan Massa, Polresta Malang Siagakan 250 Personel IDN Times/ Alfi Ramadana

Lebih lanjut, Asfuri menambahkan bahwa sebelumnya sempat ada surat masuk untuk izin mengadakan buka bersama dan deklarasi kemenangan. Agenda tersebut awalnya direncanakan akan digelar di GOR Ken Arok. Untuj itu, pihak kepolisian juga turut mengamankan lokasi GOR Ken Arok. 

"Info terakhir yang kami terima untuk agenda di GOR Ken Arok dibatalkan sendiri oleh panitianya," tambahnya. 

3. Bawaslu dapat pengaduan korban money politic

Isu Pergerakan Massa, Polresta Malang Siagakan 250 Personel IDN Times/ Alfi Ramadana

Sementara itu, di hari yang sama, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Malang juga dikabarkan mendapatkan laporan korban money politic. Para korban tersebut melapor sembari membawa uang yang sebelumnya diterima dari oknum sebelum Pemilu lalu. 

"Ada beberapa orang yang mengembalikan uang. Mereka menjelaskan mendapatkan uang tersebut dari istri dan lain-lain untuk memilih partai tertentu," ucap Komisior Bawaslu, Rusmifahrizal Rustam. 

Baca Juga: Pasokan Beras Kota Malang Dipastikan Aman Hingga Pasca Lebaran

4. Bawaslu sarankan uang disumbangkan

Isu Pergerakan Massa, Polresta Malang Siagakan 250 Personel IDN Times/ Alfi Ramadana

Namun demikian, Bawaslu meminta kepada masyarakat yang mengadu tersebut untuk tetap membawa uang tersebut. Pasalnya Bawaslu bukanlah tempat untuk mengumpulkan uang. Sehingga Bawaslu tidak bisa menerima uang tersebut. 

"Isi amplopnya Rp 50 ribuan. Tidak banyak ada sekitar tiga orang dari kecamatan Klojen, dan Lowokwaru. Kami menyarankan untuk mereka sumbangkan saja," tandasnya. 

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemprov Dorong Peresmian Tol Pandaan-Malang

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya