Comscore Tracker

Pengacara Novel Baswedan akan Laporkan Dewi Tanjung ke Polisi

Kuasa hukum juga akan laporkan akun di medsos penyebar hoaks

Jakarta, IDN Times - Pernyataan dan laporan politikus Dewi Tanjung terkait rekayasa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan memasuki babak baru. Tim kuasa hukum Novel Baswedan dipastikan tidak akan tinggal diam.

Salah seorang kuasa hukum Novel Baswedan, Alghifari Aqsa mengaku akan melaporkan balik Dewi Tanjung ke polisi. Dia menilai jika Dewi telah membuat laporan palsu.

"Kita nanti akan melihat bagaimana respons polisi. Apakah sama ketika menerima laporan dari Dewi Tanjung dengan langsung memproses. Kedua, pihak kepolisian akan memanggil saksi dari pihak dokter di Singapura, Kapolri Pak Tito, mantan Kapolda, puslabfor," kata Alghifari di Jakarta, Kamis malam (7/11).

Alghifari menilai, tudingan Dewi soal rekayasa teror air keras itu adalah sebuah fitnah yang besar. Pihak Novel juga akan melaporkan beberapa akun di media sosial yang telah menyebarluaskan informasi tak benar. Sebab, penggiringan opini yang didasari hoaks itu lama kelamaan malah dipercayai oleh publik. 

"Kami juga akan melaporkan akun-akun di media sosial yang menyebarluaskan video-video yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

1. Kuasa hukum Novel meminta agar polisi tidak memproses laporan Dewi Tanjung

Pengacara Novel Baswedan akan Laporkan Dewi Tanjung ke Polisi(Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung ) Istimewa

Melalui keterangan tertulis, Al Ghifari dan tim kuasa hukum Novel lainnya meminta supaya kepolisian tak melanjutkan laporan yang dibuat oleh perempuan politikus PDI Perjuangan tersebut. Laporan itu disampaikan Dewi ke Polda Metro Jaya pada Rabu (6/11) dan diberi nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Pasal yang dikenakan yakni pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Apabila mengecek pasal 45A ayat 2, maka berisi: "setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) d."  Singkat kata Dewi sudah menuding Novel melakukan ujaran kebencian. 

Apabila dicek di aturan pasal tersebut jika terbukti maka Novel bisa diancam hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda mencapai Rp1 miliar. Dewi tidak menjelaskan bagian mana dari tudingan rekayasa itu yang dibuat oleh Novel tapi bisa memicu terjadinya rasa permusuhan dan kebencian. 

"Laporan tersebut adalah bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap korban, seperti halnya serangan yang selama ini diterima Novel di media sosial menggunakan pendengung (buzzer), pernyataan para politikus, tokoh ormas dan orang-orang yang tidak suka dengan KPK," kata Al Ghifari melalui keterangan tertulis pada Kamis (7/11). 

Baca Juga: Teror Air Keras Dianggap Rekayasa, Novel: Menghina Nalar Publik

2. Laporan Dewi terhadap Novel Baswedan dinilai menggiring opini publik

Pengacara Novel Baswedan akan Laporkan Dewi Tanjung ke Polisi(Penyidik senior KPK Novel Baswedan) ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Poin penting lainnya tak boleh dilupakan publik yakni dengan adanya pelaporan terhadap Novel, publik seakan lupa kasus teror yang menimpa Novel hingga saat ini belum terungkap. Oleh sebab itu, pihak kuasa hukum menduga laporan tersebut memang dibuat untuk menggiring opini publik dan mengecilkan dukungan kepada upaya penuntasan kasus Novel. 

"Penggiringan opini itu juga diharapkan melemahkan dukungan publik untuk menolak upaya pelemahan KPK dan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi laporan itu dibuat bersamaan dengan desakan dari publik agar Perppu KPK tetap diterbitkan oleh presiden," tutur Al Ghifari. 

Pihak kuasa hukum dan Novel berharap publik masih setia untuk memberikan dukungan dan terus mengawal penuntasan teror air keras yang menimpa mantan perwira Polri itu serta pegawai KPK lainya. Bahkan, teror bom yang sempat dialami oleh dua pimpinan KPK hingga kini juga belum bisa diungkap. 

"Kami juga mendesak Presiden Joko Widodo agar segera menuntaskan pengungkapan kasus Novel Baswedan dengan membentuk tim independen yang bertanggung jawab langsung ke presiden," kata dia. 

3. Kuasa hukum Novel menilai laporan Dewi Tanjung sebagai fitnah keji

Pengacara Novel Baswedan akan Laporkan Dewi Tanjung ke PolisiIDN Times/Sukma Sakti

Selain itu, pengacara Novel juga menilai jika laporan Dewi Tanjung merupakan fitnah yang keji dan di luar batas nalar kemanusiaan. Sebab, Novel yang sudah menjadi korban penyiraman air keras justru dituding merekayasa teror yang hampir merenggut indera penglihatannya. 

"Padahal, berbagai fakta dan bantahan sudah disampaikan langsung oleh Novel termasuk pimpinan KPK. Kapolri saat itu, Tito Karnavian sudah menyaksikan langsung kondisi Novel tak lama setelah kejadian," kata Al Ghifari. 

4. Dewi Tanjung ikut melaporkan kuasa hukum Novel Saor Siagian

Pengacara Novel Baswedan akan Laporkan Dewi Tanjung ke Polisi(Kuasa hukum Novel Baswedan Saor Siagian) ANTARA FOTO

Di sisi lain, Dewi juga tak mau kalah. Ia mengatakan juga hendak melaporkan kuasa hukum Novel lainnya yakni Saor Siagian karena telah menudingnya memfitnah Novel. 

"Anda menuduh saya live (telah memfitnah), itu bisa dipertanggung jawabkan secara hukum," kata Dewi berkoar-koar di program stasiun tvOne pada Kamis sore kemarin. 

Dewi tidak terima disebut telah membuat fitnah lantaran menurutnya ada begitu banyak kejanggalan dari peristiwa teror air keras yang menimpa Novel. Padahal, sebagai bagian dari masyarakat ia merasa berhak tahu apakah peristiwa teror air keras yang dialami oleh Novel benar-benar terjadi atau sekedar rekayasa. 

"Laporan medis dari rumah sakit di Singapura itu kan selama ini tidak pernah ditunjukkan ke publik. Lalu, apakah pernah laporan medis itu disampaikan ke presiden dan polisi agar kasus itu diungkap?" tanya Dewi di acara itu.

https://www.youtube.com/embed/hf-qy7y4XVg

Baca Juga: Disebut Teror Air Keras Hanya Rekayasa, Ini Klarifikasi Novel Baswedan

Topic:

  • Dida Tenola

Just For You