Comscore Tracker

Lili, TKW Asal Situbondo yang Lolos dari Hukum Pancung di Arab Saudi

Ia dituduh melakukan sihir terhadap majikannya

Jakarta, IDN Times - Lili Sumarni binti Suhartono, tenaga kerja wanita asal Situbondo akhirnya bernafas lega. Perempuan yang bekerja di Arab Saudi itu lolos dari vonis mati yang dijatuhkan kepadanya pada 2014 lalu. Hukuman pancung sempat menghantuinya dalam beberapa tahun terakhir karena dituduh berbuat sihir kepada keluarga majikannya. 

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan perempuan berusia 37 tahun itu akhirnya berhasil dipulangkan pada 18 November 2020 lalu menuju ke Jakarta.

"KBRI Riyadh mengetahui kasus Lili pada 12 Januari 2020 lalu. Ia dituduh telah melakukan sihir kepada keluarga majikan dan terancam hukuman mati," ungkap Agus melalui keterangan tertulis pada Minggu, 22 November 2020. Tim dari KBRI Riyadh sendiri berhasil menemui Lili yang ditahan di penjara Shagra, yang berjarak 200 kilometer dari ibu kota Saudi itu. 

1. Bantah lakukan sihir, namun pasrah dengan hukuman 800 kali cambuk yang akhirnya ia terima

Lili, TKW Asal Situbondo yang Lolos dari Hukum Pancung di Arab SaudiMasjidi Haram, Makkah, mulai dibuka untuk salat bagi warga Arab Saudi sejak ditutup karena pandemik COVID-19, tujuh bulan lalu, Minggu (18/10/2020). (ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS/pras.)

Agus menjelaskan, Lili dijatuhi vonis mati kali pertama pada 18 September 2014 lalu. Lili dan kuasa hukum yang ditugaskan oleh KBRI tak terima kemudian mengajukan banding.  Di hadapan majelis hakim, Lili membantah melakukan sihir kepada keluarga majikannya di Saudi. Majelis hakim menerima pembelaan yang disampaikan oleh Lili. Hukuman mati pun dibatalkan. 

Namun, Lili belum sepenuhnya lolos dari ancaman maut. Hakim di pengadilan banding lalu memerintahkan agar pengadilan di Shagra menyidangkan ulang kasus Lili.  "Di pengadilan ulang, hakim tetap pada putusannya yaitu menjatuhkan hukuman mati untuk Lili Sumarni," ungkap Agus. 

Dewan tinggi hakim kemudian menetapkan susunan baru hakim untuk mengadili kasus Lili. Sidang pun sempat berjalan beberapa kali. Tim dari KBRI Riyadh, kata Agus, selalu mendampingi. Bahkan, Agus juga sempat menjenguk Lili di Penjara Shagra. 

Dalam sidang putusan pada 6 Desember 2018 lalu, majelis hakim justru menolak menjatuhkan hukuman mati. Tetapi, di sisi lain, Lili tetap diputus bersalah dan dijatuhi bui selama 8 tahun. Selain itu, ada pula vonis 800 cambukan. Lili pun pasrah dan menerima vonis tersebut. 

"Saya tidak pernah melakukan sihir, namun sepertinya ini memang jalan terbaik untuk saya," tutur Lili dua tahun lalu. 

Baca Juga: TKI Etty Bebas dari Vonis Mati di Saudi Usai Bayar Ganti Rugi Rp15,5 M

2. WNI diminta patuhi peraturan, hukuman bagi pelaku sihir di Arab Saudi tak main-main

Lili, TKW Asal Situbondo yang Lolos dari Hukum Pancung di Arab SaudiDuta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (Istimewa)

Karena vonis cambuk dan bui dijatuhkan pada 2018 lalu, maka Lili hanya mendekam selama dua tahun lagi. Setelah itu, ia dideportasi pulang ke Tanah Air.  Jelang masa hukumannya yang habis, KBRI Riyadh meminta agar penahanan Lili dipindah ke penjara di ibu kota Saudi itu. Permintaan tersebut dikabulkan oleh otoritas di Saudi. 

Dubes Agus terkesan dengan sikap tabah dan sabar yang dimiliki oleh Lili. Sebab, meski harus beberapa kali menjalani proses persidangan, ia tak pernah putus asa. "Bahkan, di tengah hukuman itu, ia tekun menghafalkan Al-Quran," ujar Agus. 

Sebelum pulang ke Tanah Air, Lili sempat menjalani tes swab dan menumpang pesawat Saudi Airlines SV816. Semua ini diakomodasi oleh pihak KBRI Riyadh. 

"Saya menyampaikan terima kasih kepada KBRI Riyadh yang selalu mendampingi hingga saya bisa dipulangkan ke Tanah Air," tutur Agus menirukan pernyataan Lili. 

Agus juga menggarisbawahi agar WNI tetap mematuhi aturan hukum, salah satunya dengan tidak melakukan sihir. Mengutip situs Buruh Migran, perbuatan yang dianggap sebagai sihir adalah hal-hal yang tak sesuai dengan hukum Islam, misalnya membawa jimat, potongan rambut atau kuku, atau melakukan ritual yang tak dilakukan oleh warga Saudi. Bila terbukti, maka ancaman hukumannya adalah vonis mati. 

3. Saudi tak mengenakan denda senilai SAR 30 ribu atau setara Rp113 juta karena overstay

Lili, TKW Asal Situbondo yang Lolos dari Hukum Pancung di Arab SaudiMasjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, mulai dibuka, Minggu (18/10/2020), untuk salat bagi warga Saudi setelah ditutup sekitar tujuh bulan akibat COVID-19. (ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS /foc.)

Dubes Agus juga menjelaskan, lantaran Lili dibui selama 8 tahun maka otomatis ia menjadi overstay di Saudi. Sesuai dengan aturan, bagi warga asing yang tinggal melebihi batas izin tinggal dikenakan sanksi berupa denda senilai SAR 30 ribu atau setara Rp113 juta. "Tapi, berkat negosiasi KBRI Riyadh dengan otoritas berwenang, denda itu dibebaskan," kata Agus. 

Tidak hanya denda bagi Lili saja yang dihapus, tetapi bagi 139 Pekerja Migran Indonesia (PMI) lainnya. Artinya, total ada denda senilai Rp15,5 miliar yang diampuni oleh Saudi dan tak perlu dibayarkan. "140 orang yang dipulangkan KBRI Riyadh itu terdiri dari 117 diberangkatkan dari rumah detensi/deportasi dan 23 PMI dipulangkan dari shelter penampungan di KBRI," tutur dia. 

Baca Juga: Begini Prosedur Pendaftaran Ibadah Haji Bagi WNI yang ada di Saudi

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya