Comscore Tracker

Gak Gampang, Ini Tata Cara untuk Pindah Kewarganegaraan Asing

Gak semudah membalikkan telapak tangan, guys!

Jakarta, IDN Times - Gelombang protes rakyat terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja sejak 2019 lalu tampaknya tak digubris. Pemerintah dan DPR tetap mengesahkan RUU itu menjadi Undang-undang pada Senin (5/10/2020). Publik tentu geram dengan keputusan tersebut.

Banyak orang yang melampiaskan kekesalan di media sosial. Muncul tagar #MosiTidakPercaya dan #DPRKhianatiRakyat sebagai ekspresi penolakan terhadap Omnibus Law.

Tak hanya itu, ada juga warganet yang berandai-andai ingin pindah kewarganegaraan.

Tapi, tidak mudah untuk bisa melepas kewarganegaraan Indonesia. Pun demikian untuk menjadi warga negara lain yang kalian inginkan.

Lalu, seperti apa proses yang dilalui untuk bisa melepas status kewarganegaraan Indonesia?

1. Sembilan kriteria yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan status WNI

Gak Gampang, Ini Tata Cara untuk Pindah Kewarganegaraan AsingIlustrasi buku paspor Indonesia (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 mengenai kewarganegaraan RI dan Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2007 tentang tata cara memperoleh, kehilangan, pembatalan dan memperoleh kembali kewarganegaraan RI, maka ada sembilan kriteria seorang individu dinyatakan kehilangan status WNI nya, yaitu: 

a.  memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;

b.  tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;

c.  dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;

d.  masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden;

e.  secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh WNI;

f.  secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut;

g.  tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;

h.  mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya; atau

i.  bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir

Baca Juga: Pernah Ditolak Istana, Anggota DPR Kembali Minta Paspor Diplomatik

2. Seseorang yang ingin melepas status WNI harus mengajukan surat ke Presiden

Gak Gampang, Ini Tata Cara untuk Pindah Kewarganegaraan AsingIlustrasi Istana Kepresidenan Jakarta Pusat (IDN Times/Teatrika Putri)

Untuk melepas status WNI, maka kalian harus memiliki kewarganegaraan lain dahulu sebelum mengurus permohonan kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Dikutip dari laman portal infomasi indonesia.go.id, pemohon kemudian mengajukan secara tertulis surat untuk melepas status WNI. Surat ditujukan kepada Presiden melalui Menteri. 

Permohonan dibuat dalam Bahasa Indonesia di atas kertas bermaterai dan memuat informasi antara lain nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal, pekerjaan, jenis kelamin, status perkawinan pemohon, dan alasan permohonan. Permohonan untuk melepas status WNI harus dilampiri dengan:

  1. fotokopi kutipan akte kelahiran atau surat yang membuktikan kelahiran pemohon yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia;
  2. fotokopi akte perkawinan/buku nikah, kutipan akte perceraian/surat talak/perceraian, atau kutipan akte kematian isteri/suami pemohon bagi yang belum berusia 18 tahun dan sudah kawin yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia;
  3. fotokopi Surat Perjalanan Republik Indonesia atau Kartu Tanda Penduduk yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia;
  4. surat keterangan dari perwakilan negara asing bahwa dengan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia pemohon akan menjadi warga negara asing; 
  5. pasfoto pemohon terbaru berwarna ukuran 4X6 (empat kali enam) sentimeter sebanyak 6 (enam) lembar.

Berikut tata cara untuk melepas kewarganegaraan Indonesia:

  1. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) beserta lampirannya disampaikan kepada perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal pemohon.
  2. Perwakilan Republik Indonesia memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan.
  3. Jika berkas permohonan telah lengkap, Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan permohonan kepada Menteri dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap.
  4. Setelah menerima permohonan dari Perwakilan Republik Indonesia, Menteri memeriksa permohonan tersebut dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari.
  5. Jika berkas telah lengkap, Menteri akan meneruskan permohonan kepada Presiden maksimal 14 hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima.
  6. Presiden menetapkan keputusan mengenai nama-nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dan meneruskan kepada Perwakilan Republik Indonesia
  7. Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan Keputusan Presiden kepada pemohon dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Keputusan Presiden diterima.
  8. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia.

3. Indonesia tidak mengakui dwi kewarganegaraan

Gak Gampang, Ini Tata Cara untuk Pindah Kewarganegaraan AsingIlustrasi paspor WNI. (IDN Times/Ni Ketut Sudiani)

Menurut laman Hukum Online perubahan status kewarganegaraan dari WNI menjadi WNA di luar wilayah Indonesia yang telah mendapatkan persetujuan dari negara setempat wajib dilaporkan oleh penduduk yang bersangkutan kepada Perwakilan Republik Indonesia. 

Perwakilan Republik Indonesia setempat kemudian menerbitkan Surat Keterangan Pelepasan Kewarganegaraan Indonesia. Pelepasan kewarganegaraan Indonesia diberitahukan oleh Perwakilan Republik Indonesia setempat kepada menteri  yang berwenang berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. 

Hal lain yang perlu diingat yaitu Indonesia tidak mengakui sistem dwi kewarganegaraan. Bila sudah tidak lagi memegang status WNI, maka paspor hijau wajib diserahkan ke perwakilan Indonesia di negara tersebut. 

Baca Juga: RUU Ciptaker Disebut 'Karpet Merah' Pengusaha, Pekerja Jadi Korbannya

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya