Comscore Tracker

Di Indonesia Ada Lebih 100 Ribu Pasien COVID-19 Baru dalam Sebulan

Testing tinggi dan penularan yang masif menjadi sebabnya

Jakarta, IDN Times - Rampungnya pandemik COVID-19 di Indonesia tampaknya masih jauh panggang dari api. Hal ini terlihat dari grafik pergerakan kasus COVID-19 pada September 2020 yang membentuk garis naik yang tajam. Jumlah kasus harian virus corona pada 1 September 2020 lalu berada di angka 2.776, namun pada 25 September 2020 kasus harian meroket hingga 4.823.

Bahkan, hanya dalam kurun waktu 1-28 September 2020, penambahan kasus COVID-19 di Indonesia melonjak hingga 103.926 kasus. Jadi, secara rata-rata kasus hariannya mencapai 3.712.

Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkap alasan di balik tingginya angka kasus harian selama September 2020. "Karena penularan tinggi dan juga testing yang tinggi," katanya kepada IDN Times, Jumat 25 September 2020.

1. Ada beberapa laboratorium yang tidak melaporkan hasil pemeriksaan spesimen tepat waktu selama September 2020

Di Indonesia Ada Lebih 100 Ribu Pasien COVID-19 Baru dalam SebulanIlustrasi. Pengoperasian laboratorium PCR COVID-19 (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Satgas Penanganan COVID-19 secara rutin memberikan informasi terkait dengan penambahan kasus positif harian. Kasus tersebut berasal dari hasil tes spesimen di 343 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.

Namun sayang, pada setiap data yang diberikan, selalu ada catatan tentang jumlah lab yang belum melaporkan hasil pemeriksaan sesuai dengan waktu yaitu, pukul 12.00 WIB setiap harinya.

Contohnya, pada Senin 28 September 2020 kemarin, tercatat kasus positif COVID-19 sebanyak 3.509 dari 32.189 pemeriksaan spesimen. Namun, masih ada 89 dari 343 lab yang belum melaporkan hasil.

Melalui catatan laporan harian Satgas Penanganan COVID-19, IDN Times menghitung secara rata-rata ada 84 laboratorium yang tidak memberikan laporan pemeriksaan spesimen tepat pukul 12.00 WIB setiap harinya sejak 1-28 September 2020.

Baca Juga: Menkes Terawan Didesak Mundur sejak Awal Pandemik COVID-19

2. Ada 999.602 spesimen yang diperiksa pada kurun 1-28 September 2020

Di Indonesia Ada Lebih 100 Ribu Pasien COVID-19 Baru dalam SebulanIlustrasi Tes Usap/PCR Test (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sejak 1-28 September 2020, Satgas Penanganan COVID-19 mencatat pemeriksaan spesimen di laboratorium mencapai 999.602. Sedangkan untuk jumlah orang yang diperiksa yaitu sebanyak 637.679 orang.

Angka pemeriksaan spesimen September 2020 memang mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan Agustus 2020. Pada Agustus 2020, spesimen yang diperiksa sebanyak 733.451 dari 430.645 orang.

3. Akumulasi kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 278.722

Di Indonesia Ada Lebih 100 Ribu Pasien COVID-19 Baru dalam SebulanIlustrasi Swab test. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Per Senin 28 September 2020, akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air sudah mencapai 278.722. Dari total tersebut, 206.870 atau 74,2 persen pasien berhasil sembuh.

Sedangkan, kasus meninggal COVID-19 saat ini 10.473 atau 3,8 persen dari total kasus. Sehingga, kasus aktif COVID-19 Indonesia sebanyak 61.379 atau 22 persen dari angka akumulasi kasus.

Baca Juga: [LINIMASA-4] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya