Comscore Tracker

Disabilitas Netra di Malang, Ngaji Quran Braille hingga Latihan Kultum

Mereka juga diarahkan jadi seorang hafiz

Malang, IDN Times - Selasa (20/4/2021) sejumlah warga disabilitas netra tampak sibuk mempersiapkan diri untuk ibadah salat dzuhur. Mereka mulai berdatangan menuju ke masjid An Nur yang berada di area panti rehabilitasi. Ada yang datang secara berkelompok, tetapi ada pula yang datang sendirian. Tampak pula sejumlah pendamping menyiapkan tempat serta mengatur agar warga disabitas netra bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman di dalam masjid.

Tak berselang lama, muazin langsung mengumandangkan azan. Kemudian dilanjutkan dengan salat fardu. Setelah selesai salat, aktivitas diteruskan dengan mengaji Alquran braille secara bergantian. Kegitan ditutup dengan kuliah tujuh menit (kultum) sebelum akhirnya para warga disabilitas netra kembali beristirahat. Kegiatan ini menjadi pemandangan rutin di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang selama bulan Ramadan.

1. Ngaji, latihan kultum, hingga tadarus

Disabilitas Netra di Malang, Ngaji Quran Braille hingga Latihan KultumPara disabilitas netra saat menjalankan ibadah salat dzuhur secara berjamaah. IDN Times/Alfi Ramadana

Kepala UPT. RSBN Malang, Firdaus Sulistyawan menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, pihaknya memang memberikan berbagai kegiatan spiritual bagi warga disabilitas netra yang berada di RSBN. Kegiatan tersebut dilakukan layaknya masyarakat normal.

Pagi hari saat sahur, ada sebagian dari warga disabilitas yang bertugas patrol membangunkan rekannya untuk sahur. Kemudian dilanjutkan salat subuh. Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran murotal alquran. Lalu setelah salat dzuhur aktivitas dilanjutkan dengan latihan kultum. Kemudian malam harinya dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah dan tadarus alquran. 

"Sebenarnya kegiatan spiritual dari teman-teman disabiliitas netra saat Ramadan tidak jauh beda dengan hari biasa. Tetapi saat Ramadan ini kegiatan ditambah dengan tadarus alquran dan salat taraweh pada malam hari. Fokus utama kegiatan keagamaan itu adalah untuk memperkuat mental spiritual mereka," paparnya Selasa (20/4/2021). 

Baca Juga: Bagi Para Tuna Netra, Sosialisasi tentang COVID-19 Sangat Kurang!

2. Berikan keterampilan pada warga binaan dalam membaca Alquran

Disabilitas Netra di Malang, Ngaji Quran Braille hingga Latihan KultumTadarus alquran braille menjadi agenda rutin di UPT RSBN Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Tak hanya aktivitas selama salat lima waktu saja. Para warga disabilitas netra juga mendapatkan pelatihan keterampilan membaca alquran huruf braille diluar pelatihan utama massage shiatsu. Pembelajaran tersebut diberikan sebagai bekal saat mereka nanti sudah lulus nanti.

Firdaus menyebut bahwa selama Ramadan, pihaknya tetap mengajarkan kepada warga disabilitas tetap aktif dan produktif dengan berbagai kegiatan keagamaan yang menjadi rutinitas. 

"Biasanya sore hari sebelum buka bersama ada kegiatan ngabuburit untuk teman-teman disabilitas netra ini. Kegiatan ngabuburit diisi dengan latihan hadrah," jelasnya. 

3. Mengajarkan Alquran braille adalah tantangan tersendiri

Disabilitas Netra di Malang, Ngaji Quran Braille hingga Latihan KultumAgenda tadarus alquran secara bersama sama di UPT RSBN Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Selama ini, Firdaus mengakui bahwa membina warga disabilitas netra memang perlu ketelatenan dan jiwa besar. Terlebih ketika memberikan pembelajaran baca alquran braille. Pasalnya, tidak semua warga disabilitas cepat memahami huruf braille.

Bagi yang sudah mengalami disabilitas netra sejak bayi, biasanya mereka sudah mengenal huruf braille. Namun, jika mereka baru mengalami disabilitas netra saat dewasa, maka penanganannya pun akan berbeda. 

"Selama bulan Ramadan, kami berikan dua kali pengenalan huruf Alquran braille dalam sepekan," sambungnya. 

Kesulitan kedua adalah, jumlah Alquran braille terbatas. Padahal warga disabilitas netra di sana mencapai 105 orang .Solusinya adalah mencoba melakukan percepatan dengan mengarahkan para warga disabilitas netra untuk menjadi penghafal atau hafiz. 

"Kami upayakan melatih rekan-rekan disabiltas untik membaca dengan dihafalkan. Ini juga untuk meningkatkan kemampuan mengaji Alquran. Lalu ditambah dengan latihan tartil juga," katanya. 

4. Para disabilitas netra diarahkan menjadi hafiz

Disabilitas Netra di Malang, Ngaji Quran Braille hingga Latihan KultumProses kultum yang dilakukan oleh warga disabilitas netra di RSBN Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Firdaus mengatakan, setiap tahun UPT RSBN Malang merekrut setidaknya 25 warga binaan dari seluruh Jawa Timur. Mereka akan menjalani pendidikan selama 3 tahun.

"Rentang usia yang boleh masuk ke RSBN adalah 19 hingga 45 tahun. Selama tiga tahun mereka mendapat berbagai pelatihan baik vokasional maupun keagamaan sebagai bekal saat sudah lulus," tandasnya. 

Baca Juga: 20 Tahun Tinggal Digubuk, Pasangan Tuna Netra Dapat Bantuan Rumah

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Alfi Ramadana di IDN Times Community dengan judul Melihat Aktivitas Disabilitas Netra Jalani Ibadah Saat Ramadan  

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya