Comscore Tracker

Peneliti Harvard Sarankan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bercinta

TTttttttttapi....prof.....

Kenormalan baru atau new normal usai pandemik COVID-19 ternyata berimbas ke semua lini kehidupan, tak terkecuali kehidupan ranjang. Sejumlah organisasi kesehatan pun telah memberikan peringatan dan anjuran mengenai aktivitas seksual yang aman.

Para peneliti Harvard University, misalnya. Mereka menyebut bahwa bahwa virus corona mungkin bisa disebarkan melalui seks. Agar tak menular, mereka pun merekomendasikan agar pasangan tetap menggunakan masker saat berhubungan seksual. Terdengar “unik” memang dan tak sedikit warganet yang kontra dengan anjuran ini.

1. Secara umum, ada lima skenario hubungan badan yang dilakukan masyarakat

Peneliti Harvard Sarankan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bercintapexels.com/cottonbro

Penyataan para peneliti itu didasari oleh sebuah studi yang dipublikasikan pada 8 Mei 2020 di Annals of Internal Medicine. Publikasi itu membahas kesehatan seksual di masa pandemik. Peneliti memetakan lima skenario aktivitas seksual yang banyak dilakukan masyarakat, seperti berikut ini:

  1. Tidak melakukan aktivitas seksual sama sekali;
  2. Masturbasi;
  3. Aktivitas seksual lewat platform digital;
  4. Berhubungan seks dengan orang yang melakukan karantina bersama kita;
  5. Berhubungan seks dengan orang lain yang tidak bersama kita saat karantina.

Skenario tersebut diurutkan dari nomor satu hingga lima berdasarkan seberapa besar kemungkinanmu tertular COVID-19 saat melakukannya. Anjuran memakai masker diberikan peneliti untuk orang-orang yang melakukan skenario nomor lima (risiko paling tinggi).

2. Berhubungan seks dengan orang yang tak serumah miliki risiko tertinggi

Peneliti Harvard Sarankan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bercintapexels.com/Gustavo Fring

Skenario kelima yaitu berhubungan seksual dengan orang yang tidak tinggal serumah menjadi yang paling berisiki, kenapa?

Pertama, kita tidak tahu benar apakah orang tersebut terbebas dari COVID-19. Kita juga tidak bisa mengamati dengan siapa ia berinteraksi sehari-hari. Apakah di sekelilingnya ada orang yang positif COVID-19 atau tidak.

Kedua, bisa saja orang itu tergolong sebagai orang tanpa gejala (OTG). Jadi walaupun dari luar terlihat baik-baik saja, mereka tetap bisa menularkan COVID-19 pada kita. 

Menurut jurnal Annals Internal Medicine yang diterbitkan pada 3 Juni 2020, peneliti Scripps Research Translational Institute menemukan bahwa setidaknya 30 hingga 45 persen kasus positif COVID-19 terdiri dari OTG.

Baca Juga: Ini 8 Jenis Obat COVID-19 yang Terdaftar Secara Resmi pada BPOM

3. Lantas, kenapa kita harus bermasker saat bercinta

Peneliti Harvard Sarankan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bercintapexels.com/cottonbro

Nah, sekarang kita telah mengetahui konteks dari anjuran pemakaian masker saat berhubungan seks. Bisa disimpulkan bahwa anjuran ini ditujukan peneliti kepada orang-orang yang masih melakukan aktivitas tersebut dengan orang lain yang tidak melalui karantina bersama atau tidak serumah.

Lalu apa hubungannya dengan memakai masker? Jawabannya, tentu untuk mengurangi penularan COVID-19.

Seperti yang kita tahu, aktivitas seksual banyak melibatkan mulut dan saliva. Contohnya ketika berciuman, seks oral, dan lain sebagainya. Tentu semua itu dapat menyebarkan virus ketika salah satu dari pasangan termasuk orang yang terinfeksi.

Jangankan berciuman, ketika berhubungan seks, kamu dan pasangan akan berdekatan. Gak mungkin, kan, menjaga jarak fisik saat melakukannya? Nah, droplet yang mengandung virus corona dapat tertransfer ke wajah dan tubuh bahkan saat kamu dan pasangan hanya berbicara. 

Berdasarkan skenario inilah para peneliti menyarankan agar orang yang tidak tinggal serumah tak menanggalkan masker saat ingin berhubungan seks. 

Peneliti Harvard Sarankan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bercintapexels.com/Anna Shvets

Selain mengenakan masker, peneliti memiliki anjuran lain yang sebaiknya dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak tinggal serumah. Berikut ini di antaranya:

  • Hindari berciuman;
  • Hindari aktivitas yang meningkatkan risiko penularan fecal-oral (dari kotoran dan mulut);
  • Hindari aktivitas yang meningkatkan risiko penularan dari urine dan air mani seperti seks oral;
  • Mandi sebelum dan sesudah melakukan seks;
  • Membersihkan tempat berhubungan seks dengan sabun atau alkohol.

4. Pokoknya jangan beganti pasangan selama pandemik

Peneliti Harvard Sarankan Masyarakat Gunakan Masker Saat Bercintapexels.com/Євгеній Симоненко

Memakai masker saat berhubungan seks memang terdengar tak mungkin. Namun upaya pencegahan ini tak boleh dihiraukan jika kamu tidak ingin tertular COVID-19 dan menyebarkannya ke orang-orang di sekitarmu.

Itulah kenapa peneliti sebenarnya menyarankan agar masyarakat tidak bergonta-ganti pasangan seks di masa pandemik ini. Seks paling aman dilakukan dengan pasangan sahmu yang berada serumah denganmu. 

"Dalam situasi ini, berhubungan seks dengan orang yang melakukan karantina bersamamu adalah pendekatan yang paling aman," kata Dr. Jack Turban, ketua tim peneliti Harvard University.

Pendekatan tersebut pun tidak sepenuhnya aman, lho. Sebab kamu atau pasangan masih bisa terpapar virus corona ketika berada di luar rumah.  Maka dari itu, jangan ambil risiko, ya! Ada baiknya untuk cari aman saja di tengah pandemik ini untuk melandaikan kurva penyebaran COVID-19.

Baca Juga: Pandemik COVID-19 Bisa Memengaruhi Menstruasi, Ini Penjelasannya!

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya