Comscore Tracker

Ratusan Siswa dan Puluhan Guru di Malang Tertular, Ini 4 Fakta Difteri

Jangan lupa periksakan kondisi kamu ya..

Saat ini penyakit difteri mulai banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Baru-baru ini, ratusan siswa dan puluhan guru di Kota Malang terserang carrier difteri. Kendati dinyatakan sehat tapi penderitanya tetap dinyatakan terjangkit bakteri difteri.

Meskipun bisa ditangani, tapi difteri bisa menyerang kapan saja dan siapa saja, tak peduli berapa usianya. Nah, kamu harus tahu fakta-fakta tentang difteri untuk mencegah penularannya.

Yuk, disimak informasi berikut ini!

1. Apa itu difteri?

Ratusan Siswa dan Puluhan Guru di Malang Tertular, Ini 4 Fakta Difteripediatriconcallblog.com

Difteri merupakan infeksi bakteri serius yang memengaruhi selaput lendir tenggorokan dan hidung. Biasanya, seseorang yang menderita difteri akan merasakan sakit di tenggorokan, demam, pembengkakan kelenjar, dan kelelahan.

Dilansir medicalnewstoday.com, jika terdapat orang yang terjangkit difteri namun belum tervaksinasi, maka infeksi yang terjadi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah saraf, gagal jantung, bahkan kematian.

2. Penyebab difteri

Ratusan Siswa dan Puluhan Guru di Malang Tertular, Ini 4 Fakta Diftericdc.gov

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme bakteri yang dikenal sebagai Corynebacterium diphtheriae. Mengutip mayoclinic.org, biasanya bakteri C. diphteriae berkembang biak di dekat permukaan selaput lendir tenggorokan.

Selain itu, bakteri penyebab difteri ini dapat menyebar melalui tiga perantara. Yakni tetesan udara saat bersin atau batuk, barang-barang pribadi yang telah terkontaminasi, dan barang rumah tangga yang telah terkontaminasi. Tidak hanya itu, kamu juga bisa terinfeksi akibat bersentuhan dengan luka yang terdapat pada orang yang terinfeksi difteri.

Baca Juga: Siswa dan Guru di Malang Positif Carrier Difteri, Ini Penyebabnya

3. Gejala terinfeksi difteri

Ratusan Siswa dan Puluhan Guru di Malang Tertular, Ini 4 Fakta Difteribustle.com

Tanda dan gejala yang spesifik jika terkena difteri akan sangat tergantung pada jenis bakteri yang menginfeksi dan lokasi tubuh yang terinfeksi. Namun, salah satu jenis difteri yang umumnya tersebar di daerah tropis biasanya akan menyebabkan borok kulit dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, menurut laman medicalnewstoday.com, terdapat gambaran awal terjangkitnya infeksi sebelum pseudomembran muncul, seperti demam rendah, rasa lemah, kelenjar bengkak di leher, keluarnya cairan hidung, dan detang jantung yang berdetak dengan cepat tanpa sebab.

4. Penanganan dan pencegahan

Ratusan Siswa dan Puluhan Guru di Malang Tertular, Ini 4 Fakta Difterihealthline.com

Penanganan pada infeksi difteri dapat dilakukan dengan dua komponen, yakni antitoksin yang dikenal juga sebagai serum anti-difteri dengan fungsi untuk menetralkan racun yang dilepaskan oleh bakteri, dan antibiotik - eritromisin atau penisilin untuk membasmi bakteri dan menghentikan penyebaran.

Namun sebelum antibiotik tersedia, difteri adalah penyakit umum pada anak-anak. Saat ini, penyakit ini tidak hanya dapat diobati tetapi juga dapat dicegah dengan vaksin.Vaksin difteri biasanya dikombinasikan dengan vaksin untuk tetanus dan batuk rejan (pertusis).

Vaksin three-in-one dikenal sebagai vaksin difteri, tetanus dan pertusis. Versi terbaru dari vaksin ini dikenal sebagai vaksin DTaP untuk anak-anak dan vaksin Tdap untuk remaja dan dewasa.

Selain itu, pasien dengan difteri dan gejala pernapasan disarankan untuk melakukan perawatan di unit perawatan intensif rumah sakit, dan dimonitor secara ketat. Sebab, staf layanan kesehatan dapat mengisolasi pasien untuk mencegah penyebaran infeksi.

Kalau kamu tahu poin-poin di atas, kamu tak perlu gelisah dan takut tertular difteri. Diagnosis sedini mungkin bisa membuat kamu terhindar dari difteri. Tetap konsumsi makanan sehat, supaya imunitas tubuhmu kuat ya.

Baca Juga: Berat Badan Turun Tanpa Disengaja? Awas 13 Risiko Kesehatan Serius Ini

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya