Comscore Tracker

Harga Tomat Melonjak Diduga Petani Gagal Panen

Terjadi penurunan luas panen mencapai 7,8 persen

Surabaya, IDN Times - Harga komoditas tomat di pasaran dikabarkan mengalami lonjakan. Seorang warga Jambangan, Surabaya, Annisaul (26) mengaku kalau baru-baru ini belanja sayur mayur di Pasar Pagesangan. Biasanya, uang Rp6 ribu dapat empat buah tomat tapi kali ini hanya dua buah saja.

"Iya kemarin beli cuman dapat dua," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/9/2021).

1. Luas panen tomat menurun

Harga Tomat Melonjak Diduga Petani Gagal PanenUnsplash.com/Cathy VanHeest

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur (Jatim), Hadi Sulityo menjelaskan, secara umum berdasarakan evaluasi terhadap tanaman tomat tegakan pada tahun 2021 ini dibanding periode yang sama tahun 2020, menunjukkan bahwa luas panen tomat di Jatim hingga bulan Juli 2021 terjadi penurunan luas panen mencapai 7,8 persen.

"Khususnya pada bulan April hingga Juli," kata dia kepada IDN Times.

Baca Juga: Sambatan dari Kebun, Nestapa Petani Cabai di Tengah Lesunya Harga

2. Padahal produksinya meningkat

Harga Tomat Melonjak Diduga Petani Gagal Panenpixabay.com/congerdesign

Namun, sambung Hadi, berbeda halnya dengan produksi pada tahun 2021 ini dibanding periode yang sama tahun 2020 menunjukkan bahwa produksi tomat di Jatim hingga bulan Juli 2021 terjadi peningkatan 15,3 persen. Menunjukkan bahwa pada tahun 202  terjadi peningkatan produktivitas di lapangan mencapai 7,2 persen.

"Tahun ini produktivitas usaha tani tomat berkisar 6,11 ton per hektar. Hal ini menunjukkan pula bahwa pada tanun ini budidaya tanaman tomat lebih intensif dibanding tahun lalu," kata dia.

3. Tapi September ini diprediksi panen meningkat

Harga Tomat Melonjak Diduga Petani Gagal PanenPetani kebun tomat di PPU (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Lebih lanjut, Hadi menuturkan, potensi luas panen tomat  di Jatim pada bulan September 2021 adalah 851 hektar dengan capaian produksi di bulan September berkisar 15.041 ton. "Yang mana daerah sentra produksi berada di kabupaten Tulungagung, Kediri, Malang, Blitar, Banyuwangi, Probolinggo dan Magetan," pungkas dia.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Anjlok, Ini Dua Faktornya

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya