Comscore Tracker

Brompton, dari Nama Gereja Jadi Merek Sepeda yang Mendunia

Sepeda para jutawan

Kalau kita berbicara soal Brompton, yang terlintas dalam pikiran adalah sepeda mewah nan mahal. Maklum, satu unit Brompton bisa dibanderol Rp50 juta. Nama Brompton sendiri sebenarnya sudah akrab di telinga pada pencinta sepeda. Namun, merek ini kian beken di Tanah Air usai adanya kasus penyelundupan sepeda yang melibatkan petinggi perusahaan BUMN.

Harga mahal yang harus ditebus para pencinta sepeda bukan tanpa alasan. Sepeda lipat Brompton dibuat secara handmade oleh para perajin. Selain unik dan tangguh, sepeda ini juga nyeni banget.

Nah, berikut beberapa fakta unik dalam perjalanan Brompton dari awal hingga menjadi raksasa di dunia sepeda seperti sekarang.

1. Digagas pada tahun 1975 oleh seorang teknisi bernama Andrew Ritchie

Brompton, dari Nama Gereja Jadi Merek Sepeda yang Menduniabrompton.com

Sepeda Brompton digagas pada 1975 oleh Andrew Ritchie. Ritchie merupakan seorang teknisi yang kemudian berprofesi menjadi tukang kebun landskap. Ia tinggal di apartemen di kawan Kensington Selatan, London.

Ritchie termotivasi untuk merancang sepeda ketika ia berkenalan dengan Bill Ingram yang saat itu hendak membangun pabrik untuk produksi sepeda Bickerton. Akhirnya di tahun 1975, Ritchie membuat rancangan sebuah sepeda lipat yang menjadi cikal bakal Brompton.

2. Nama Brompton diambil dari nama gereja di Inggris

Brompton, dari Nama Gereja Jadi Merek Sepeda yang Menduniabrompton.com

Pembuatan prototipe Brompton dilaksanakan pada 1977 berkat dukungan 10 teman Ritchie yang ia yakinkan agar masing-masing menginvestasikan 100 pounds untuk pembuatan prototipe sepeda lipat ini.

Setelah pembuatan protipe pertama, ia membuat dua prototipe lagi di apartemennya. Dari jendela apartemen ini, Ritchie bisa melihat gereja Brompton, yang kemudian ia pilih sebagai nama sepeda lipatnya. 

3. Produksinya sempat terhenti karena kurangnya investor

Brompton, dari Nama Gereja Jadi Merek Sepeda yang Menduniabrompton.com

Produksi Brompton dimulai pada 1981. Pada masa-masa awal ini, Brompton diproduksi dalam skala kecil, yaitu 50 unit. Sepeda-sepeda lipat ini dipasarkan di kalangan teman-teman Ritchie.

Walaupun unit-unitnya terjual dengan mudah, tetapi perjalanan Brompton di titik ini menemui sejumlah hambatan.

Brompton kesulitan untuk menemukan suplier yang bersedia memasok bahan-bahan dalam skala kecil mengikuti produksi Brompton. Pada 1982, Ritchie bahkan menghentikan produksi Brompton lantaran kurangnya investor.

Namun, masalah investor ini dipulihkan berkat teman Ritchie yang mempromosikan produk Brompton ke seorang pelaku bisnis yang juga memiliki sepeda lipat di kapalnya. Proyek Brompton pun bergerak lagi. 

4. Brompton ekspansi pasar dari Eropa ke pasar global

Brompton, dari Nama Gereja Jadi Merek Sepeda yang Menduniabrompton.com

Brompton membuka pabrik di Brentford, London Barat, pada 1988. Di tahap ini, sepeda lipat Brompton mengalami peningkatan sehingga bobotnya menjadi lebih ringan dan desainnya lebih mumpuni. Bersamaan dengan ini, penjualan Brompton pun mengalami peningkatan. 

Brompton kemudian membuka 40 outlet di Britania Raya. Penjualan Brompton tidak hanya populer di negara asalnya, tapi juga di sejumlah negara-negara Eropa, seperti Jerman, Belanda, Austria, Prancis, dan Belgia. Penjualan Brompton mulai mengglobal di tahun 2011 ketika membuka cabang di Kobe, Jepang. 

Baca Juga: Dijual Lebih Murah, 4 Sepeda Lipat Ini Bisa Jadi Alternatif Brompton

Topic:

  • Faiz Nashrillah
  • SEO Intern

Berita Terkini Lainnya